Kurang lebih seminggu setelah pemilu legislatif tanggal 9 April 2009,tanpa sengaja, di dunia maya; saya menemukan "OCEHAN KOTOR" yang bau busuk dan membuat saya muntah marah. Di bawah adalah cuplikan "kaum salibis" kotor dan pitnahan sebagian kecil yang saya tampilkan yang kemudian akan saya jawab.
Inilah fitnahan kaum salibis laknatullah ;
teswordpress.wordpress.com/2009/03/12...:
Kawan2 SEMUA Pemilu 2009 INI Adalah PEMILU yg SUDAH DIKADALI oleh orang-orang YANG MEMPUNYAI OTAK BUSUK, sehingga Pemilu 2009 INI WAJIB diBAWA ke Meja Hijau di Pengadilan Indonesia, BAHKAN di bawa ke MAHKAMAH INTERNASIONAL di Den Hag , Belanda, KARENA Pemilu SEKARANG ini SUDAH DICURANGI oleh orang2 YANG BerHATI BUSUK, seperti nabi PALSU Pedofil Md SAW YG SANGAT BerHATI BUSUK, yaitu: mengganti Tuhannya Ibrahim menjadi dewa bulannya wong KAFIR Arab, yaitu: Tuhan JHVH Jireh menJADI dewa bulan aulloh WTS. Itulah orang2 yg BerHATI BUSUK Yang KETAHUAN BELANGnya di Jaman Internet INI. Begitupun dg Pemilu 09 ini KETAHUAN BELANGnya Yaitu: Bagaimana Mungkin BISA sampai orang yg TIDAK MENCONTRENG berJUMLAH LEBIH dari 47 JUTA orang , JIKA ini Adalah SESUATU yg DIREKAYASA oleh oknum2 yg INGIN CURANG di Pemilu 09 ini
Jawaban pertama mengenai tuduhan nabi Palsu,
dan kedua mengenai tuduhan manusia Pedofil,
Jawaban pertama (I);
Saya tidak akan mengomentari ocehan orang yang KALAH dalam pemilu 09/04/09, begitulah orang yang kalah…(kalau tidak gila, ya stress-habis ngoceh tidak karuan), tapi saya merasa bersalah kalau tidak meluruskan kebodohan mereka mengenai nabi Kami yang telah dihina karena kebencian mereka akan KEBENARAN ISLAM. Kami orang Islam yakin bahwa Nabi Muhammad SAW adalah manusia pilihan yang diutus Allah SWT seperti yang telah diberitakan oleh Nabi Musa AS dalam Bible kitab Ulangan pasal 18 ayat 18 : “Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya." .
Kalau anda-orang yg kalah- punya otak, pakailah otak untuk membaca dan menelaah biblemu itu ; bukankah di ulangan 18:18 tidak disebutkan Yesus (Nabi ISA AS) ? Kalau begitu untuk siapa ramalan tersebut?. Untuk membuktikan ramalan tersebut, mari kita pakai otak ( bukan pakai dengkul, tolol !). Untuk membuka ramalan ulangan 18:18 ini ada tiga kata kunci yakni : dari antara saudara mereka; seperti engkau ini; dan Aku akan menaruh Firman-Ku dalam mulutnya. Mari kita buktikan :
I.Dari antara Saudara mereka
Nabi Ibrahim punya dua putra dari dua istri, Sarah dan Hajar yaitu :
1. Nabi Ismail yang kemudian keturunannya adalah bangsa Arab.(Kejadian 16:15; 17:23,25)
2. Nabi Ishak yang keturunannya adalah bangsa Yahudi.
Ismail adalah saudara (kakak tiri) dari Ishak. Dengan demikian Keturunan Ismail adalah “ dari antara saudara mereka” Keturunan Ishak, yang berarti Nabi Muhammad sebagai keturunan Nabi Ismail adalah- "dari antara Saudara mereka" -keturunan Nabi Ishak juga Nabi Musa AS. (Ulangan 18:18)
II.Seperti Engkau ini
1.Nabi Musa, seperti juga nabi Muhammad mempunyai ayah dan ibu, tetapi nabi Isa (yesus) hanya mempunyai ibu.
2. Nabi Musa, seperti juga nabi Muhammad lahir secara normal dari hasil hubungan suami istri, tetapi nabi Isa lahir dari sebuah keajaiban/kekuasaan Allah, tanpa didahului oleh hubungan suami istri.
"Ya Rabbku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun?"Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah" lalu jadilah dia." (QS. Ali Imran: 47).
"... sebelum mereka (Yusuf dan Maria) hidup sebagai suami istri, ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus ..."(Matius :1:18)
bagai-mana hal itu mungkin terjadi, sedangkan aku belum bersuami? Jawab malaikat itu kepadanya, "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Maha Tinnggi akan me-naungi engkau ..." (Lukas l: 34-35).
3. Nabi Musa, seperti juga nabi Muhammad menikah dan mempunyai keturunan, tetapi nabi Isa tidak pernah menikah selama hidupnya.
4.Nabi Musa, seperti juga nabi Muhammad pada akhirnya diterima bangsanya sebagai Nabi dan utusan Allah SWT.Tetapi tidak seperti nabi Isa yang ditolak sebagai Nabi dan Rosul oleh bangsa Yahudi dari dulu sampai sekarang, karena itu Yesus tidak sepeti Musa.
"Dia (Yesus) datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerimanya." (Yohanes 1: 11).
5.Nabi Musa, seperti juga nabi Muhammad mempunyai kekuasaan kepada bangsanya yang menerapkan hukum sesuai perintah dari Allah. Dalam bilangan 15:36 nabi Musa menghukum mati orang Israel yang mengumpulkan kayu baker pada hari Sabbath. Tetapi sebaliknya Nabi Yesus tidak mempunyai kekuasaan sebagai raja untuk rakyatnya ; "Jawab Yesus, 'Kerajaanku bukan dari dunia ini; Jika kerajaanku dari dunia ini, pasti hamba-hambaku telah melawan, supaya aku jangan diserahkan kepada orang orang Yahudi, akan tetapi kerajaanku bukan dari sini. " (Yohanes 18: 36).
6.Nabi Musa, seperti juga Nabi Muhammad meninggal dalam keadaan wajar, tetapi tidak seperti yesus yang menurut Kristen “Dibunuh dengan kejam di tiang Salib”
7. Nabi Musa, seperti juga nabi Muhammad tidak mati untuk menebus dosa-dosa dunia. Tetapi sebaliknya menurut agama Saul Paulus (Kresten), “Yesus Mati untuk Dosa-dosa Dunia”.
Jadi; Kesimpulan dari ramalan Ulangan 18:18 yakni ;” dari antara saudara mereka, dan seperti Engkau ini (yang seperti nabi Musa), “ adalah Nabi Muhammad SAW.
III.Aku akan menaruh Firman-Ku dalam mulutnya
Nabi Muhammad adalah manusia yang ummi (tidak tahu baca tulis), bukan sarjana apalagi jago ngarang. Apa mungkin orang yang tidak tahu baca tulis bisa ngarang kitab suci sehebat “Al Quran”? Sungguh tidak masuk akal kalau orang-orang kafir mengatakan Al Quran adalah karangan Nabi Muhammad. Al Quran adalah Wahyu Allah kepada nabi Muhammad; “Aku akan menaruh Firman-Ku dalam mulutnya” (Ulangan 18:18)
"Dan, apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan, 'Baiklah baca ini, saya berdo'a untuk kamu', maka ia akan menjawab, 'Aku tidak dapat membaca'." (Injil - Yesaya 29: 12)
Ketika wahyu pertama turun di gua Hiro, Malaikat Jibril memerintahkan nabi Muhammad untuk Iqra (membaca); “Bacalah”! kata Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad. “Aku tidak dapat membaca”. Kata Nabi Muhammad. Malaikat Jibril pun mengulang sampai 3 kali dan akhirnya nabi Muhammad mengikutinya seperti ayat di bawah ini:
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhan-mu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. Al-'Alaq: 1-5).
Jawaban kedua (II);
Tuduhan fedofilia bersumber dari sebuah hadits yang tergolong lemah alias dho'if atau problematis yang dipertentangkan perawinya. Perlu diketahui, bahwa hadits adalah kitab pedoman umat Islam yang kedua setelah Al Quran. Untuk mengetahui kwalitas sebuah hadits, para ahli hadits dengan teliti mencermati isi kandungan hadits tersebut,dan juga menganalisa keislaman para perawi atau pemberitanya. Bila isi kandungan sebuah hadits bertentangan dengan Al Quran, maka hadits tersebut digolongkan dho'if bahkan mungkin hadits palsu. Apabila isi hadits tidak bertentangan dengan Al Quran, para ahli hadits tetap akan menyelidiki sanad, perawi yang menceritakan hadits tersebut. Inilah hebatnya Islam, tidak seperti agama Kristen yang penerima berita dari Saul(Paulus) seorang Yahudi yang sebelumnya benci bahkan sering menyiksa pengikut nabi Isa, kemudian mengaku dapat wahyu berupa teguran dari Yesus; " Hai Saul mengapa engkau siksa aku?". Saul menjawab; "Siapakah tuan?". "Aku Yesus...". Inilah asalmula agama kristen, setelah Saul masuk Agama Kristen dan mengajarkan ajaran Kristen walaupun banyak bertentangan dengan Ajaran Suci Nabi Isa.
Kembali ke Hadits yang menceritakan perkawinan Nabi Muhammad dengan Siti Aisyah. Dan yang menceritakan umur Siti Aisyah belum 9 tahun waktu menikah dengan Nabi Muhammad adalah yakni Hisyam bin Urwah. Dan yang mengherankan, Hisyam adalah satu-satunya perawi yang menceritakan tentang umur Aisyah RA yang pada waktu itu Hisyam sendiri telah bermukim di Irak. Hisyam pindah ke Irak pada saat umur 71 tahun yang mendengar cerita pernikahan Siti Aisyah dengan Nabi Muhammad dari ayahnya. Para Ahli hadits dalam buku seketsa para perawi menyimpulkan, bahwa ingatan Hisyam dalam usia lanjut sangat menurun, sehingga riwayat umur Aisyah yang bersumber dari Hasyim Ibn Urwah 'tertolak'.
Alasan kedua, secara kronologisnya;
Pra-610 M : Zaman Jahiliyah
610 M : Permulaan Wahyu turun
610 M : Abu Bakar r.a. masuk Islam
613 M : Nabi Muhammad SAW mulai menyiarkan Islam secara terbuka
615 M : Umat Islam hijrah I ke Habsyah
616 M : Umar bin al-Khattab masuk Islam
620 M : Aisyah r.a dinikahkan
622 M : Hijrah ke Madinah
623/624 M : Aisyah serumah sebagai suami isteri dengan Nabi Muhammad SAW.
Menurut Al-Thabari, keempat anak Abu Bakar ra. dilahirkan oleh isterinya pada zaman Jahiliyah. Artinya sebelum 610 M.
Jika 'Aisyah dinikahkan dalam umur 6 tahun berarti 'Aisyah lahir tahun 613 M. Padahal menurut Al-Thabari semua keempat anak Abu Bakar ra. lahir pada zaman Jahiliyah, yaitu sebelum tahun 610. Jadi kalau Aisyah ra. dinikahkan sebelum 620 M, maka beliau dinikahkan pada umur di atas 10 tahun dan hidup sebagai suami isteri dengan Nabi Muhammad SAW dalam umur di atas 13 tahun. Kalau di atas 13 tahun, dalam umur berapa pastinya beliau dinikahkan dan serumah? untuk itu kita perlu menengok kepada kakak perempuan Aisyah ra. yaitu Asma.
Perhitungan Usia Aisyah
Menurut Abdurrahman ibn Abi Zannad, "Asma 10 tahun lebih tua dari 'Aisyah ra." (At-Thabari, Tarikh Al-Mamluk, Jilid 4, hal. 50. Tabari meninggal 922 M) Menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani, Asma hidup hingga usia 100 tahun dan meninggal tahun 73 atau 74 Hijriyah (Al-Asqalani, Taqrib al-Tahzib, hal. 654). Artinya, apabila Asma meninggal dalam usia 100 tahun dan meninggal pada tahun 73 atau 74 Hijriyah, maka Asma berumur 27 atau 28 tahun pada waktu Hijrah, sehingga Aisyah berumur (27 atau 28) - 10 = 17 atau 18 tahun pada waktu Hijriyah. Dengan demikian berarti Aisyah mulai hidup berumah tangga dengan Nabi Muhammad SAW pada waktu berumur 19 atau 20 tahun.
Allohu a'lam bishshawab.
(Sumber :Rijalul Imam,Direktur ISCDIC ;Indonesian Students Community for Development of Islamic Civilization)
Dengan ulasan di atas, maka jelaslah bahwa; Nabi Muhammad SAW, adalah nabi mulia yang di utus Allah SWT sebagai Rahmatan lil Alamin yang tidak mungkin melakukan hal-hal yang tidak terpuji (Fedofilia).
Allohu a'lam bishshawab.
Abu Fikri S&S
Kamis, 07 Mei 2009
BANTAHAN TERHADAP TUDUHAN LASKAR SALIBIS
Diposting oleh eSBe Abu Fikri.2S di Kamis, Mei 07, 2009
Label: PROKONTRA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar