Senin, 01 Juni 2009

Perbandingan Agama

Agama Kristen dan Islam sebagai agama
Samawi, mempunyai asal yang sama, namun
selama ini yang lebih dikedepankan adalah
perbedaan dan pertentangan di antara
Agama keduanya, apalagi jika sudah tercampur dengan
pola budaya yang berbeda, seperti Kristen di
Indonesia yang latar budaya Latin (Barat) lebih
tampak dibanding budaya Indonesia. Tulisan ini
mencoba untuk mengenal lebih jauh tentang
Gereja Ortodoks Syria, dan mencari akar
kesamaannya dengan Islam, yang sama-sama
berlatar budaya Timur Tengah, guna menjadi
bahan masukan untuk pengembangan dialog
Islam-Kristen.
Gereja Ortodoks Syria
dan Dialog Islam – Kristen
Dialog
Oleh Zaenul Arifin*
Kata Kunci: dialog, Gereja Ortodoks Syria, Islam, Kristen, bahasa teologis,
pola ibadah
Pendahuluan
Hubungan Islam-Kristen di Indonesia, pada salah satu aspeknya
mewarisi “beban sejarah” dari para pendahulunya, yaitu para pembawa
kedua agama: Islam hampir identik dengan Arab (Timur Tengah) dan
Kristen dengan Barat. Oleh karena itu, konflik Kristen-Islam, sekalipun
tidak disangkal ada unsur teologis di dalamnya, lebih dominan
dilatarbelakangi oleh pertentangan dua pola budaya tersebut. Terlebih
lagi relasi Barat dan Timur, di kebanyakan negara-negara ketiga (seperti
Indonesia), sering dipahami sebagai relasi “yang menjajah dan yang
terjajah”.
Berangkat dari pergumulan seperti itulah, sejak tahun 1997, Bambang
Noorsena, dengan Insititute for Syriac Christian Studies (ISCS), menawarkan
kekristenan Syria –terutama Gereja Ortodoks Syria - sebagai wacana
dalam menembus “kebuntuan dialog teologis Kristen-Islam”. Menurutnya,
banyak “meeting point” antara Kristen dengan Islam yang dapat
diagendakan dalam dialog kedua iman, baik dari sudut historis, cultural,
maupun teologis. Sejak itu umat Islam maupun Kristen di Indonesia lewat
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
berbagai forum dan kajian berusaha untuk mengenal lebih jauh tentang
Gereja Ortodoks Syria ini.
Untuk itu tulisan ini berusaha menguraikan lebih jauh tentang Gereja
Ortodoks Syria baik dari segi sejarah, ajaran, dan terutama, “meeting
point”-nya dengan Islam.
Sejarah dan Perkembangan Gereja Ortodoks Syria
Gereja Ortodoks Syria, nama resminya Idto Suryoyto Treeysath Shubho,
dalam bahasa Inggris, Syriac Orthodox Church,1 - gereja ini di Barat sering
disebut sebagai Jacobit2 atau Monophysit,3 tetapi julukan ini dianggap
menyesatkan. Para pengikut gereja ini lebih menyukai istilah Gereja non
Chalcedonia4 atau Gereja Miafisit 5 yang merupakan salah satu gereja
Kristen tertua yang berakar dari Gereja Antiochia.6
Di kota Anthiochia inilah para pengikut Yesus, untuk pertama kalinya
dijuluki orang Kristen7 Selain dijuluki orang-orang Kristen (para pengikut
Kristus), mereka juga dijuluki orang-orang Syria (Syirians dalam bahasa
Inggris). Nama ini diambil dari nama Cyrus, Raja Persia (559-529 SM.)
yang menaklukkan Babylon (539 SM.) dan membebaskan orang-orang
Yahudi untuk kembali ke Judea. Nama ini disebutkan oleh Nabi Isaiah,
dan dihubungkan dengan Kristus. Sejak itu istilah orang-orang Syria,
dipakai pertama-tama untuk orang-orang Kristen dari Syria (Suriah),
dan kemudian dipakai juga untuk menyebut orang-orang Kristen dari
Mesopotamia, Persia, India, dan Timur Jauh yang masuk Kristen karena
para rasul dan pendeta yang berasal dari Syria.
Nama Syrian digunakan untuk membedakan antara orang-orang
Aram Kristen dan kafir. Istilah “Aramean” sinonim dengan “Kafir”, dan
istilah “Syrian” sinonim dengan “Kristen”. Demikian juga bahasa Aram
disebut bahasa Syria (Syriac). Hingga sekarang ini, orang-orang Kristen
yang memakai bahasa Syria disebut “Suroye”, “Suraye”, “Curcaye”,
sedangkan istilah “Kristen” dipakai untuk orang-orang Kristen Barat.8
Rasul9 Petrus10 dipercaya telah mendirikan sebuah gereja di Antiochia
pada tahun 37 M,11 yang sisa-sisanya sekarang terdapat di Antakya (nama
modern dari Antiochia), Turki. Kelanjutan dari gereja inilah yang
sekarang disebut Gereja Ortodoks Syria.
Antiochia pada zaman Yesus adalah ibukota dari Propinsi Kerajan
Romawi, Syria, dan merupakan pusat perdagangan yang penting. Sebagai
sebuah kota yang terpengaruh budaya Hellenistik, Bahasa Yunani
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008
2
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
merupakan bahasa yang umum dipakai masyarakatnya, namun mayoritas
masyarakat di berbagai daerah, terutama yang berada diluar kota memakai
bahasa Syria (Suryani), dialek Edessene, dari bahasa Aram, bahasa yang
dipergunakan Yesus.12 Bahasa inilah yang sampai sekarang dipakai sebagai
bahasa resmi gereja (disamping bahasa lokal seperti bahasa Arab, Kurdi,
Turki, Malayalam, dsb.)13
Gereja Antiochia memainkan suatu peran yang penting pada awal
sejarah Kekristenan. Mereka memainkan peranan dalam tiga konsili yang
pertama, yaitu konsili pada Nicea ( 325 M.), Constantinople ( 381 M.),
dan Ephesus ( 431 M), yang merumuskan doktrin Kristen awal. Setelah
konsili Chalcedon (451 M. ), gereja Anthiochia terpecah menjadi dua,
yang menerima hasil dari konsili Chalchedon disebut Gereja Ortodoks
Timur Anthiochia dan yang menolak dikenal sebagai Idto
SuryoytoTreeysath Shubho (Gereja Ortodoks Syria)14.
Bersama dengan Gereja Alexandria (Koptik), kedua gereja yang
menolak konsili Chalcedon ini, kemudian disebut Gereja Ortodoks
Oriental. 15 Selain karena penolakan terhadap keputusan konsili
Chalcedon, sebab lain yang mejadikan perpecahan dalam gereja di Timur
ini adalah kesadaran kebangsaan yang melawan kuasa pusat kekaisaran.16
Akibat dari perpecahan ini, Gereja Ortodoks Syria menjadi gereja
yang paling teraniaya oleh sesama Kristen. Mereka menjadi sasaran fitnah
dan dicap sebagai aliran heresy (sesat) bahkan penganiayaan fisik oleh
pihak Byzantium, dan justru tentara Arab Muslimlah yang membebaskan
mereka.17 Nasib yang sama juga menimpa Gereja Koptik di Mesir. Kisah
gugurnya Menas, Saudara Pathriach Benyamin, pada tahun 632 M. di
tangan Cyrrus, utusan Kaisar Heraklitus, telah mendorong mereka lebih
menyambut pemerintahan Islam sebagai pembebas mereka kira-kira 7
tahun sesudah peristiwa tersebut.18
Ketika umat gereja Syria menolak pemaksaan budaya Yunani, Kaisar
Byzantium mengasingkan Patriach Severus ke Mesir pada tahun 518 M.,
bersamaan dengan penganiayaan uskup dan para imam gereja. Tahta
kepatriachan direbut secara paksa dan ditempatkanlah “pathriach-
patriach boneka kaisar di Syria dan Mesir.19
Kedudukan Patriach Gereja Orthodoks Syria ini akhirnya berpindah-
pindah dari satu biara ke biara yang lain yang mencakup Qartmin,
Qenneshrin ( Chalkis, dekat Aleppo), Malatya, dan Amid ( Diyarbakir),
dan akhirnya pada tahun 1293 M. menetap di Dayro d-Mor Hananyo
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008 3
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
(juga dikenal sebagai Kurkmo Dayro dalam bahasa Syria dan Deir Zafaran
dalam Bahasa Arab) di daerah Mardin, Turki. Sampai pada tahun 1933
M. ketika keadaan politik memaksanya berpindah ke Homs, Syria, dan
kemudian ke Damaskus pada tahun 1959 M.20 Kantor Patriachat sekarang
ini berada di Bab Touma, Damaskus, ibu kota Syria; tetapi patriach
bertempat tinggal di Biara Mor Aphrem di Ma‘arat Sayyidnaya, yang
berlokasi kurang lebih 25 km sebelah utara Damaskus21
Di tengah semua kesengsaraan tersebut, Gereja Ortodoks Syria
melahirkan beberapa orang suci termasyhur yang pekerjaan dan hidupnya
mempunyai pengaruh yang besar tidak hanya pada tradisi Syria saja tetapi
juga pada banyak umat Kristen lain. Ilmuwan gereja seperti Mor Ya‘qub
dari Edessa, George, Uskup dari orang-orang Arab, dan Musa Bar Kepha
memainkan suatu peran penting dalam mentransfer pengetahuan Yunani
ke dunia Arab. Beberapa pengarang dari gereja ini juga telah
menghasilkan beberapa historiography yang penting, di antaranya adalah
Sejarah Gereja karya Yohanes dari Ephesus, catatan sejarah karya Jacob
dari Edessa, catatan sejarah dari Zuqnin, catatan sejarah dari Patriach
Mikhayel Rabo, serta chronography dan sejarah gereja karya Gregorius
Bar ‘Ebroyo.22
Dalam perkembangannya, gereja ini juga tidak terlepas dari
perpecahan. Sekitar abad ke 7, ada perselisihan di dalam tubuh Gereja
Syria sendiri, pengikut St. Maron di Lebanon membentuk Gereja Maronit
dan patriakhnya bergelar, Patriarch of Antioch. Gereja ini kemudian
menyatukan diri dengan Gereja Roma. Pada abad ke 18, sebuah kelompok
memisahkan diri dari Gereja Ortodoks Yunani, kemudian bergabung
dengan Gereja Roma Katolik dan membentuk Gereja Yunani Katolik,
patriakhnya juga bergelar Patriarch of Antioch. Dalam seperempat kedua
pada abad yang sama, sebuah kelompok memisahkan diri lagi dari Gereja
Ortodoks Syria dan mendirikan gereja dengan nama Gereja Katolik
Syria, yang berkomuni dengan Gereja Roma.
Gereja di Malankara (Kerala, India) merupakan bagian dari Gereja
Ortodoks Syria. Rasul Thomaslah yang diutus dari Edessa ke India untuk
mengabarkan Injil, dan inilah cikal bakal Kekristenan Syria di India.23
Menurut tradisi, Rasul Thomas tiba di India tahun 52 Masehi dan
meninggal tahun 72 Masehi di kota Mylapore, Chennai (sekarang Madras).
Kekristenan di India pada saat itu kental sekali dengan nuansa Syria
hingga akhirnya bangsa Portugis memperkenalkan tradisi Latin pada abad
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008
4
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
16 Masehi. Pemimpin spiritual dari Gereja Ortodoks Syria Malankara
disebut dengan Syriac Orthodox Patriarch of Antioch. Pemimpin lokalnya
disebut Catholicos of the East 24
Kepala Gereja Ortodoks Syria sekarang ini adalah Patriach Ignatius
Zakka I Iwas. Gereja ini terdiri dari 26 archdiosis (keuskupan agung)
dan 11 patriachal vicarat. Patriach Zakka ditahbiskan sebagai kepala
gereja pada tanggal 14 September 1980 M.25 Patriach Ortodoks Syria
biasanya dikenal dengan namanya sendiri, tetapi sejak tahun 1293 M.,
Patriach Antiochia memakai nama Ignatius, dan berlanjut sampai
sekarang. Dimana Ignatius Zakka I menjadi patriach yang ke 122.26
Pemimpin tertinggi dari Gereja Ortodoks Syria adalah “Patriach
Antiochia dan seluruh daerah Timur”, ia juga memimpin Synod Suci,
majelis dari seluruh uskup. Pemimpin lokal dari gereja di Malankara India
adalah “Katolikos dari India” Basilius Thomas I, berada dibawah yurisdiksi
dari Patriach Antiochia dan bertanggung jawab pada Synod Suci, dan
synod lokal Malankara. Dia ditahbiskan oleh patriach, dan memimpin
Synod Suci Lokal.
Pemimpin dari setiap Keuskupan Agung adalah seorang Uskup Agung,
yang berada dibawah yurisdiksi dari patriach dan bertanggung jawab pada
Synod Suci, ia juga ditahbiskan oleh patriach dan paling sedikit dua
orang uskup.
Setiap kepastoran diangkat seorang imam yang berada dibawah
yuridiksi uskup agung dan langsung bertanggungjawab kepadanya.
Kepastoran dijalankan oleh sebuah komite yang dipilih oleh jamaah
kepastoran dan dikukuhkan oleh uskup agung Deacon membantu imam
dalam administrasi peribadahan, setiap keuskupan agung biasanya
mempunyai seorang deacon agung yang dijuluki “tangan kanan dari
uskup”.
Di Gereja Ortodoks Syria terdapat tiga tingkatan kependetaan, yaitu:
Episcopate (uskup), meliputi tingkatan patriach, chatolicos, uskup agung,
dan uskup. Vicarate (imam), meliputi sub-uskup dan pastor. Deaconate
(deacon), meliputi deacon agung, evangelical-deacon, sub-deacon, lektor
atau qoruyo dan penyanyi atau mzamrono. 27
Pengikut dari Gereja Ortodoks Syria ini di seluruh dunia diperkirakan
berjumlah sekitar 2.250.000 orang, termasuk 1.200.000 orang di India,
dengan memasukkan pengikut dari Gereja Ortodoks India. Gereja
Ortodoks India ini kadang-kadang disalahpahami sebagai bagian dari
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008 5
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
Gereja Ortodoks Syria, walaupun mereka berasal dari satu tradisi dan
suatu saat berwadah tunggal, mereka terpecah dalam dua bentuk yang
independen. Satu otonomi dibawah Gereja Ortodoks Syria, dan yang
lain Gereja India Ortodoks yang authocephalous.28 Di Syria terdapat
680.000 orang pengikut, dan di Turki berjumlah 5.000 orang. Sedangkan
di Jerman 70.000 orang, di Swedia 60.000, di Belanda 15.000, dan sejumlah
besar pengikut di Amerika Utara dan Selatan serta Australia.29
Di Indonesia pengikut gereja ini memang belum cukup banyak, baru
sekitar 100 orang. Tapi kalau simpatisan, sudah mencapai ribuan. Untuk
menjadi pengikut resmi di Indonesia belum bisa dilakukan, karena Gereja
Ortodoks Syria di Indonesia belum mempunyai imam dan gereja. Padahal
untuk bisa menjadi pengikut resmi harus melewati prosedur pembaptisan
seorang imam. Di Indonesia, gerakan dari para pengikut gereja ini baru
bersifat studi atau kajian, yang dipelopori oleh Bambang Noorsena sejak
tahun 1997. Sebab itu, untuk sementara ini bagi jamaah yang ingin
menjadi pengikut resmi gereja ini (di Indonesia dinamakan Kanisah
Ortodoks Syria) harus melalui prosedur pembaptisan Abuna Abraham
Oo Men di Singapura30.
Gereja Ortodoks Syria menjadi anggota dari Dewan Gereja-gereja
se-Dunia,31 sejak tahun1960 M., dan juga salah satu pendiri dari Dewan
Gereja-gereja Timur Tengah. Gereja ini juga mengambil bagian dalam
dialog ekumeni dan teologi dengan gereja-gereja lainnya. Sebagai hasil
dari dialog ini adalah dihasilkannya deklarasi dengan Gereja Katolik
Roma dan yang lainnya degan Gereja Ortodok Timur.32
Paralelisasi Gereja Ortodoks Syria dan Islam dalam Aspek
Bahasa Teologis
Salah satu batu sandungan dalam dialog Islam - Kristen dalam catatan
Alfred Guillame adalah ajaran Trinitas dalam Kristen. 33 Namun
pemahaman orang Islam tentang Trinitas ini lebih bersumber pada dogma
yang dikemukakan oleh Gereja-gereja Barat.
Gereja Ortodoks Syria (Antiochia) bersama dengan Gereja
Alexandria (Koptik) menolak rumusan yang dihasilkan oleh Konsili
Chalcedon, - yang diterima oleh Gereja Barat, Roma dan Konstantinopel-
yang menyatakan kesatuan pribadi Yesus “dalam dua kodrat”.
Selengkapnya sebagai berikut:
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008
6
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
“Sesungguhnya kami bersama-sama dengan sepakat memahami, bahwa Putra
Yang Tunggal, yang tidak lain yaitu Gusti kita Isa al-Masih, adalah sempurna
dalam keilahian (sebagai Firman Allah) dan sempurna dalam kemanusiaan,
benar-benar ilahi dan benar-benar insani, mempunyai jiwa akali dan tubuh,
sehakikat dalam dzat dengan Bapa dalam kodrat Ilahi-Nya, dan sehakikat
dalam dzat dengan kita dalam kodrat insani-Nya, dalam segala hal sama dengan
kita kecuali dalam hal berbuat dosa, dilahirkan dari Allah sebelum segala abad
dalam kodrat Ilahi-Nya sebagai Firman Allah, dan dilahirkan demi kita dan
demi keselamatan kita, dalam kodrat insani-Nya dalam zaman akhir ini dari
Perawan Maria, Bunda(Firman) Allah. Sesungguhnya hanya ada satu-satunya
al-Masih, yang tidak lain adalah Sang Putra, Gusti, Putra Allah yang tunggal
dalam dua kodrat, tidak berbaur, tidak berubah, tidak terbagi dan tidak terpisah.
Karena kesatuan-Nya tidak menghilangkan kedua kodratnya, tetapi sifat-
sifat kedua kodrat itu tetap terpelihara, yang pada akhirnya menjadi satu
pribadi dan satu zat, dimana kodrat itu tidak tercerai dan tidak terbagi menjadi
dua pribadi, tetapi hanya ada satu Putra yang tunggal, yang tidak lain adalah
Firman Allah dan Gusti kita Isa al-masih.”34
Kedua gereja tersebut mengikuti satu ajaran Kyrilos dari Alexandria,
bahwa Yesus mempunyai “satu kodrat ganda”, yaitu satu kodrat Firman
Allah yang menjadi manusia. Sebagaimana kesalahfahaman Gereja Barat
atas kristologi non Chalcedonia, demikian pula Theodoretus dari Cyrus
pernah menuduh seolah-olah dengan penekanannya atas ajaran Firman
Allah yang menjdi manusia itu, Kyrillos mengajarkan seolah-olah Allah
dapat menderita. Padahal Kyrillos menekankan bahwa penderitaan itu
dialami al-Masih “dalam tubuh kemanusian-Nya” (Petrus I, 3:18), bukan
dalam kodrat Keilahian-Nya sebagai firman yang tidak dapat menderita
dan tidak dapat mati.
Prinsip ini diuraikan Kyrilos sebagai berikut: “Kami tidak memisahkan
kemanusiaan al-Masih dari keilahian-Nya sebagai firman Allah, dan tidak
pula memisahkan keilahian Firman Allah dari kemanusian-Nya setelah
kesatuan wujud nuzul-Nya yang tidak tersifatkan itu. Sebaliknya kami
mempertahankan bahwa al-Masih itu satu yang berasal dari dua, menjadi
satu sedemikian rupa dari dua, dimana kesatuan itu tidak rusak oleh
kedua kodrat-Nya atau berbaur satu dengan yang lain, melainkan satu
kesatuan mulia dalam keunikan”.35
Hal ini dipertegas oleh Severius yang menyatakan: “Aku percaya dan
memahami bahwa Allah itu Esa, yaitu Bapa, Pencipta dan Tuhan, dan
bahwa Firman Allah yang tunggal yang dilahirkan dari kekekalan, adalah
juga Dia yang telah menjadi manusia, tanpa adanya pembagian dengan
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008 7
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
kesatuan hypotasis-Nya dari Ruh Kudus dan dari Perawan Maria, Bunda
(Firman) Alah, yang secara tubuh sehakikat dengan kita, memiliki jiwa
dan akal yang menyatu dengan tubuh insani. FirmanAllah yang satu
menjadi manusia, ilahi sekaligus insani. Seperti kesatuan Firman Allah
dengan Allah dalam Dzat-Nya, Ia juga sehakikat dengan kita secara
tubuh. Putra Allah itu satu berasal dari dua kodrat yang disatukan dengan
wujud nuzul-Nya, satu tanpa tebagi menjadi dua. Aku juga memahami
bahwa Ruh Allah itu sehakikat dengan Allah dan Firman-Nya dalam
Dzat-Nya. Keluar dari Allah secara kekal, mengatasi zaman.”36
Gereja Ortodoks Syria juga tidak menerima hasil Konsili
Konstantinopel III (680-681 M.) yang melahirkan ajaran monoteletisme,
yang menyatakan Yesus hanya mempunyai kehendak tunggal. Padahal
tanpa kehendak manusia Yesus tidak mungkin menjadi manusia sejati,
dan tidak dapat dikatakan bahwa Ia “sama dengan kita, Ia telah dicobai”
(Ibrani 4:15).37
Demikian juga keputusan Konsili Toledo (568), yang menambahkan
filiouque38 dalam :Qanun al Iman, bahwa Ruh Kudus keluar dari Bapa
dan Putra, ditolak oleh gereja ini.39
Dalam menjelaskan ajaran Trinitas, gereja-gereja ortodoks di Timur
mempertahankan bahwa sumber keilahian hanya satu, yaitu wujud Allah
(dikiaskan Bapa); Wa an la ilaha ilalah al-Ahad....wa huwaal-Abu lladzi
minhu kullu syai’in. Sesungguhnya tidak ada ilah kecuali Allah, Yang Maha
Esa, yaitu Bapa yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu (Kor. I,:4-6,
teks bahasa Arab). Dari satu Esensi kekal inilah, Firman Allah keluar
sebelum segala zaman (Divine Birth of the Son, Injil Yoh.1:1-3) dan
bersamaan dengan itu Hayat/Ruh Allah juga berasal;”...yaitu Ruh
Kebenaran yang keluar dari Bapa” (Yohanes 15:26, teks Arab: Ruh al
Haqq al-munbasyiqu min al-Ab).40
Dengan demikian, gereja-geeja timur menegaskan bahwa Ruh Allah
itu(seperti juga Firman-Nya) sama-sama keluar dari Allah, dan bukan
Ruh Allah keluar dari wujud-Nya (Bapa) dan Firman-Nya (putra), yang
dalam pandangan geeja-gereja Timur dianggap mencederai keesaan-Nya.
Untuk menegaskan kesatuan yang mendalam antara karya keselamatan
al-Masih dengan Ruh Kudus, gereja-gereja timur bias saja menerima
rumusan bahwa Ruh Allah itu keluar dari Allah sebagai satu-satunya
esensi Ilahi, tetapi penerimaan Ruh Allah itu ke dunia melalui Putra,
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008
8
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
yaitu sosok nuzul Firman sebagai manusia dalam karya-Nya sebagai
Mesiah.41
Dalam makna inilah Ruh Allah itu juga disebut Ruh Yesus (kisah
15:7; Filipi1:19). Maksudnya bukan Ruh yang keluar dari Yesus, melainkan
Ruh yang diutus Bapa demi nama Mesiah:”tetapi Penghibur, yaitu Ruh
Kudus, yang diutus oleh Bapa demi Nama-ku” (Yohanes 14:26).42
Dalam Kristen Ortodoks, ditegaskan: al ‘aql al-Ilahy al-kainu fi adz
Dzat al-Ilahy mundzu ‘azaly, (Akal Ilahi {Firman Allah} berdiam dalam
Dzat Ilahi sejak azali). Tidak pernah ada sekejappun dalam suatu waktu,
di mana Dzat Ilahi itu ada tanpa ‘aql atau pikiran-Nya, karena itu ‘aql
atau pikiran-Nya tersebut berada dalam Allah tanpa pemisahan dengan-
Nya, sebab Allah itu tidak terbagi-bagi.43
Para teolog Kristen berbahasa Arab sering menerjemahkan padanan
istilah Bapa dan Putra dan Ruh Kudus sebagai: al-wujud, al-‘ilmu dan al-
hayat (istilah-istilah yang juga sering dipakai dalam Ilmu Kalam). Dengan
demikian, berbicara tentang ‘Ilm al-Qadim (The Divine Logos) dan Hayat
al-Qadim (The Divine Life) dalam Wujud al_qadim (The Divine Subtance),
tanpa mengakibatkan ta’tudud al-qudama (terbilangnya Yang Qadim),
sebenarnya hanya menegaskan aspek-aspek dalam keesaan Allah itu
sendiri.44
Fakta ini, menurut Bambang yang diakui Oleh Taib Thahir Abdul
M’uin45 yang menggolongkan pandangan diatas dalam madzhab Wahdah
(mengakui keesaan Allah).46
Selanjutnya dalam literatur Arab istilah Allah (lebih khusus
dibandingkan dengan istilah-istilah padanannya: elohim, Theos, Dieu,
God), lebih menunjuk kepada Bapa itu sendiri. Karena itu dalam
lingkungan Kristen Arab, tidak disebutkan: Allah al-Mutajjasad (Allah
menjadi Manusia), tetapi lebih dikenal istilah Ibnullah al-mutajjasad (Putra
Allah menjadi Manusia). Maksudnya: wa Kalimatuhu wa huwa nazala
minas sama’ (yaitu Firman-Nya yang telah turun dari surga), atau: wa
Kalimatuhu al-Mutajjasad (dan Firman-Nya yang menjadi Manusia).47
Jadi, gelar Tuhan bagi Yesus bukan dalam makna Tuhan (ilah) selain
Allah, melainkan “rabb atau Tu(h)an bagi kemuliaan Allah” (Filipi 2:11).
Dalam bahasa Aram (Syria): mara hu yeshu’a mashiha le shebaha de alaha.
Frase le shebaha de alaha (bandingkan dengan bahasa Arab; subhanallah),
menunjukkan bahwa melalui karya Mesiah itu ketuhanan Allah
dilaksanakan, sehingga semua makhluk bertasbih memuji Allah. Jadi,
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008 9
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
sekali lagi, gelar ketu(h)anan Yesus, sama sekali tidak menempatkan
kemanusian-Nya sebagai ilah selain Allah.
Keilahian Yesus menunjuk kepada kodrat Ilahi-Nya sebagai sebagai
Firman Allah, yang kekal dan bukan bersifat fisik, sebanding dengan
penghayatan Islam mengenai kalam nafsi yang kadim dan berdiri pada
Dzat Allah. Sedangkan ketu(h)anan-Nya menunjuk kepada kodrat
insani-Nya, yang karena ketaatan dalam melaksanakan kehendak Allah,
Yesus digelari Tu(h)an bagi kemuliaan Allah. Selanjutnya wujud nuzul
kemanusiaan Yesus tersebut sebanding dengan penghayatan Islam
mengenai kalam lafdzi, yaitu wujud temporal kalam Allah yang nuzul
dalam ruang dan waktu sebagai “al-Qur’an dalam bahasa Arab (Q.S.
Thaha:113).48
Kesesajaran selanjutnya juga bisa dibandingkan antara makna teologis
keperawanan Maria dengan tafsiran Islam tentang pengertian naby al-
ummy (nabi yang buta aksara yang diterapkan bagi Muhammad.49
Dalam hal ini Said Aqiel Siradj menilai bahwa Gereja Ortodoks Syria
tidak memiliki perbedaan yang berarti dengan Islam. Secara tauhid al-
rububiyah, mereka jelas mengakui bahwa Allah adalah Tuhan sekalian
alam yang wajib disembah. Secara tauhid al-uluhiyah ia juga telah
mengikrarkan La ilaaha illallah; tiada tuhan (ilah) selain Allah, sebagai
ungkapan ketauhidannya. Sementara dari sisi tauhid sifat dan asma Allah
secara substansial tidak jauh berbeda. Hanya ada perbedaan sedikit
tentang sifat dan asma Allah tersebut. Jika dalam Islam (sunni) kalam
Tuhan Yang Qadim itu turun kepada manusia (melalui Muhammad)
dalam bentuk al-Qur’an, maka Kristen Ortodoks Syria berpandangan
bahwa kalam Tuhan turun menjelma (tajassud) dengan Ruh al-Quddus
dan Perawan Maryam menjadi manusia.50
Parelisasi yang lain adalah dalam penggunaan kata Allah untuk
menyebut Tuhan bagi Kristen Syria dalam bahasa Arab. Kata Allah itu
cognate dengan kata Ibrani: El, Eloah, Elohim, dan Kata Arami: Elah,
Alaha, yang semuanya terdapat dalam Perjanjian Lama aataupun dalam
Targum (komentar-komentar Taurat dalam bahasa Arami yang lazim
dibaca mulai dari zaman sebelum zaman Yesus hingga hari ini).
Hal ini dibuktikan dari sejumlah inskripsi Arab pra-Islam yang
semuanya ternyata berasal dari lingkungan Kristen. Salah satu inskripsi
kuno yang ditemukan pada tahun 1881 di kota Zabad, sebelah tenggara
kota Aleppo, Syria, meneguhkan bukti tersebut. Inskripsi Zamad ini telah
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008
10
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
dibuktikan tanggalnya berasal dari zaman sebelum Islam, tepatnya tahun
512. Inskripsi ini diawali dengan perkataan Bism al-Llah, dan kemudian
disusul dengan nama-nama orang Kristen Syria.51
Paralelisasi Gereja Ortodoks Syria dan Islam dalam Pola
Ibadah
Istilah sholat dalam bahasa Arab menunjukkan doa dalam tertib dan
waktu tertentu. Dalam tradisi liturgis Kristen, sejajar dengan istilah
Yunani ðñïóå÷ç (prosekee). Menurut Arthur Jefferey, kata Arab sholat
berasal dari sumber Aram / Suryani/ Syriac, tselota.52
Istilah tselota ini hingga sekarang dilestarikan gereja-gereja yang
masih melestarikan bahasa Suryani (Gereja Ortodoks Syria, Gereja As
Syria/Syria Timur, Gereja Katolik Maronit di Libanon dan Gereja Katolik
Kaldea Kesatuan/Uniate Chaldean di Irak). Sedang kata Arab sholat
dipakai bersama-sama oleh Islam, dan seluruh gereja di Timur Tengah.53
Salat dalam Gereja Ortodoks Syria adalah doa-doa harian pribadi
nonsakramental yang dibedakan dengan ibadah sakramental atau ibadah
kurban (ekaristi); “and they continued steadfastly in the apostles’ doctrine
and fellowship, in the breaking bread and in prayers” (Kis. 2:42, RSV/Revised
Standard Version).
Sebenarnya kedua model ibadah gereja purba ini berakar dari dua
corak ibadah Yahudi:siddur (tiga waktu ibadah harian pribadi) dan mahzor
(tiga ibadah kurban / hag, pararel dengan istilah Arab: hajj) yang dirayakan
bersama-sama di kota suci Yerusalem: Paskah (hag ha pesah), Pondok
Daun (hag hassukot), dan Pentakosta (hag hassavuot). Selanjutnya,
Mazmur 55:18 menyebut tiga waktu ibadah sehari-hari Yahudi: erev we
bokir we tsohorayim (waktu petang, pagi, dan tengah hari). Istilah erev
dan tsoharayim bisa dibandingkan dengan kata Arab; maghrib dan dhuhur.
Rujukan tertua tentang ibadah harian gereja terdapat dalam buku
Didache54 yang ditulis sezaman dengan Injil Yohanes (sekitar tahun 90-95
M.). Buku tersebut masih mengikuti pola Yahudi yang menganjurkan
tiga kali sembahyang. Umat Kristen juga melestarikan jam-jam doa
menurut hitungan Yahudi, dan Al-Kitab menyebut beberapa waktu
sembahyang tersebut, misalnya Kisah Para Rasul 10:9, ù ñ á åêôçõ (jam
keenam) yang sejajar dengan pukul dua belas siang (dhuhur), Kisah
Para Rasul 3:1 dan 10:30, ù ñ á åõáôçõ (jam kesembilan) yang sejajar
dengan pukul tiga petang (asyar).
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008 11
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
Karena itu, berdasarkan perenungan yang mendalam atas misteri jalan
sengsara al Masih, dan jam-jam lain yang terkait dengan paripurnanya
karya keselamatan (misalnya: nuzulnya Ruh Kudus, ù ñ á ôñéôç·, jam
ketiga, waktu dhuha yang sejajar pukul sembilan pagi), dan kebiasaan
para nabi dan para rasul berdoa di tengah malam (Mzm. 119:62; Kis.
16:25), maka gereja purba mengembangkan ketujuh waktu sholat.
Rujukan paling lengkap tentang hal ini, termuat dalam dokumen
Konsitusi Rasuli (tahun 380) dan keterangan Mar Basilius Agung (330-
379) dalam Regulae Fusius Tarctate. Hampir semua Bapa Gereja menulis
tentang tradisi sholat ini, baik di Timur seperti Mar Yuhanna Dahabi al-
Fam / Yohannes Chrysostomos (354-407), maupun di Barat seperti St.
Hieronymus / Yerome (340-420).
Ketujuh sholat ini sama persis dengan sholat-sholat Islam, yaitu kelima
sholat wajib: subuh, dhuhur, ‘asyar, maghrib, dan isya’, ditambah dua sholat
sunnah dhuha dan tahajjud. Tradisi sholat tujuh waktu dipelihara secara
utuh oleh gereja-gereja Timur, tetapi dalam hal ekpresi lahiriah ibadah
(postur ruku’ dan sujud) hanya Gereja Ortoks Syria yang meneruskan
ritual Yahudi dan adab timur lainnya, dimana pola ibadah yang sama
juga dilestarikan oleh umat Islam.55
Bedanya, bila kaum Muslimin diwajibkan shalat 5 kali sehari,
penganut Gereja Ortodoks Syria lebih banyak lagi, 7 kali sehari setiap 3
jam. Mereka menyebutnya: sa‘atul awwal/ saphro (fajar/shubuh), sa‘atuts
tsalis/ tloth sho‘in (dhuha), sa‘atus sadis/ sheth sho‘in (dhuhur), sa‘atut tis‘ah
tsha‘ sho‘in (ashar), sa‘atul ghurub/ ramsho (maghrib), sa‘atun naum/ sootoro
(isya‘), dan sa‘atul layl/ lilyo (tengah malam).56
Hari Gerejawi dimulai pada sore hari saat matahari tenggelam, contoh
hari Senin dimulai pada saat matahari tenggelam pada Minggu sore. Oleh
karena itu sholat “maghrib” (ramsho) dan “isya’”( sootoro) dilakukan pada
hari Minggu.57
Di beberapa biara sekarang ini, sholat ini diringkas menjadi 3 kali,
yaitu dengan menggabungkan antara mahgrib dan isya’, tengah malam
dengan shubuh, serta antara dhuha, dhuhur dan ashar.58 Bahkan jika
para penganut Ortodoks Syria ini ada kesibukan boleh dilakukan dua
kali perhari, yaitu pada waktu fajar dan ketika matahari terbenam . Kalau
yang ini masih juga tak mampu, bisa dilakukan satu kali dalam seminggu,
yakni pada hari Minggu.59
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008
12
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
Adapun tata cara sholatnya dimulai dengan posisi berdiri yang
dipimpin oleh seorang imam berpakaian jubah warna hitam. Imam
meletakkan kdua tangan didada, membuat tanda salib lalu mengucapkan
lafald dalam bahasa Arab: Bismil Abi wal Ibnni wa Ruhil Quddus Ilahu
Wahid (Demi nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Allah Yang Maha
Esa). Jamaah menyambutnya Amin. Imam melanjutkan berdoa dengan
mengangkat kedua tangan dan disahuti oleh jamaah.
Setelah membuat tanda salib berikutnya, imam membungkukkan
badan seperti posisi ruku’dan mengucapkan Quddusun Anta ya Allah
(Kuduslah Engkau, ya Allah). Jamaah menyahut: Dengan menyucikan
nama Allah Yang Maha Kuasa, yang Tak Berkematian. Jamaah memohon
kasih sayang Allah yang telah disalibkan sebagai ganti umat manusia.
Imam berdiri tegak dan menengadahkan tangan lagi, lalu imam bersujud,
dan diikuti seluruh jamaah. Ketika bangun dari sujud, imam membaca
Subhanaka Allahumma (Maha Suci Engkau, ya Allah), jamaah menyahut
bersamaan. Sambil menengadahkan tangan, imam dan jamaah membaca
Doa Rabbaniyah (Doa Bapa Kami versi bahasa Arab). Selanjutnya dibaca
Salam Walidatullah (Salam Maria). Imam kemudian membaca petikan
Mazmur dalam bahasa Aramaik(Suryani).60
Setiap salat terdiri dari tiga rakaat (satuan gerakan). Pada rakaat
pertama hanya dilakukan qiyam (berdiri). Pada rakaat kedua dilakukan
rukuk, dan sujud. Pada saat rukuk dan sujud ini dilakukan gerakan
tanda salib, dan doa yang digunakan dalam bahasa Arab, Aram, Yunani,
dan Ibrani, lalu dibacakan pujian (qari’ah) yang dikutip dari kitab Mazmur.
Pada rakaat ketiga dilakukan pembacaan kanun al iman, semacam
pengakuan kepada Tuhan (syahadat) yang dikenal dalam Gereja
Ortodoks.
Tak hanya itu, sebelum salat ditunaikan, ada semacam azan, panggilan
untuk salat. Dalam panggilan salat ini ada kalimat yang mirip dalam
Islam, misalnya hayya alasshalah (marilah kita sholat). Hayya alasshalah
bissalam (marilah kita salat dengan damai). Dan, sebelum acara salat
dilakukan, diawali dengan pembacaan Injil.
Pada saat salat, mereka menghadap ke timur, mengikuti tradisi Yesus
yang kala itu menghadapkan kiblat salatnya ke Baitul Maqdis, Jerusalem,
dan karena Jerusallem hancur, selanjutnya orang-orang Kristen
menjadikan tubuh Jesus sendiri sebagai kiblat. Hanya karena tubuh Jesus
kini di surga (istiwa all yaminillah), sesuai dengan Ayat Kejadian: 28, yang
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008 13
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
menyatakan surga di timur, salat mereka menghadap ke timur. Tak hanya
itu persamaan dengan Islam. Tenyata mereka juga mengenal haji. Ibadah
haji ke Palestina ini termasuk ibadah non-sakramen, seperti juga salat,
zakat persepuluhan, serta puasa. Berdasar Kitab Ulangan 16: 16-17
disebutkan hag atau haji dilakukan ke tanah suci Palestina menjelang
Pekan Kudus (perayaan Paskah). tiga kali dalam setahun. Dan
sepulangnya, setiap orang Kristen Ortodoks mendapatkan sertifikat dari
Patriakh Jerusalem dengan sebutan hadzi (untuk pria) dan hadzina (untuk
wanita). 61
Puasa wajib bagi pemeluk Islam yang dilakukan selama sebulan dalam
setahun, dikenal dengan shaumu ramadhan. Sedang pada Gereja Ortodoks
Syria disebut shaumil kabir (puasa 40 hari berturut-turut) yang dilakukan
sekitar bulan April. Jika dalam Islam ada puasa sunnah Senin-Kamis,
pada Gereja Ortodoks Syria dilakukan pada Rabu-Jum’at, dalam rangka
mengenang kesengsaraan Kristus. Selain salat dan puasa, jamaah gereja
ini juga mengenal ajaran zakat. Zakat, dalam ajaran Gereja Ortodoks
Syria, adalah sepersepuluh dari pendapatan bruto. Tidak sebatas itu saja,
perempuan pengikut Gereja Ortodoks Syria juga mengenakan jilbab plus
pakaian panjang ke bawah hingga di bawah mata-kaki.62
Penutup
Konflik antar agama tidak pernah “telanjang bulat” sebagai konflik
pandangan teologi, namun faktor-foktor teologis sangat potensial dijadikan
pemicu yang mengikuti, kalau bukan memperuncing konflik-konflik
politik dan faktor non teologis lainnya.
Selain tulisan diatas, tentu masih banyak tema teologis lain yang
masih bisa diajukan, namun dari ajaran-ajaran Gereja Ortodoks Syria,
yang belum banyak dikenal di Indonesia, kita bisa menggali dasar yang
lebih mendalam dalam hubungan Islam-Kristen, dalam suasana sharing
of religious experience, sehingga sikap keagamaan yang lapang dan tasamuh
- atau menurut istilah Cak Nur: al-Hanifiyah al-Samhah-dapat
dikembangkan dalam masyarakat plural seperti Indonesia, khususnya
melalui dialog antar agama.[]
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008
14
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
Catatan Akhir:
*
Penulis adalah dosen Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo
Semarang. Alamat: Jl. Yanjungsari Rt. 07/V Tambakaji Ngaliyan
Semarang. Hp. 081325705975
1
Nama ini dipakai berdasarkan keputusan Sinode tahun 2000,
sebelumnya nama yang dipakai dalam bahasa Inggris adalah Syrian
Orthodox Church, nama ini dirubah untuk menunjukkan bahwa gereja
ini tidak berkaitan dengan pemerintah Syria. Lihat Wikipedia, the free
encyclopedia, Syriac Orthodox Church, http://en.wikipedia.org/wiki/Syriac
Orthodox Church, diakses tgl. 29 Nopember 2007.
2
Nama ini diberikan oleh musuh Gereja Orthodoks Syria dengan
maksud merendahkannya dan berusaha membuat opini bahwa gereja ini
didirikan oleh Jacob Baradaeus. Pada abad keenam, Gereja Orthodoks
Syria mengalami penyiksaan dibawah kendali Kekaisaran Byzantium yang
memaksakan ajarannya. Pada situasi inilah Jacob Baradaeus tampil. Ia
melakukan perjalanan ke daerah Timur dan menetapkan Imam dan
Diakon untuk mencegah lenyapnya Gereja ini. Jacob dianggap sebagai
pahlwan iman di Gereja Orthodoks Syria, tetapi bukan pendirinya. Perlu
diketahui, bahwa Kekristenan Orthodoks Syria yang di Malankara (India)
tanpa pikir panjang menyebut diri mereka sebagai Jacobit. Padahal selama
berabad-abad mereka disebut Nasrani. Istilah Jacobit pertama kali
dikenalkan di Malankara pada abad 19 oleh jemaat Anglikan. Lihat
FAQ, http://www.angelfire.com/journal2/iscs/faq.htm, diakses tgl. 27
Desember 2007.
3
Ajaran yang dikemukakan oleh Eutyches seorang rahib dari Gereja
Byzantium, yang mengajarkan bahwa keilahian Yesus sebagai firman Allah
itu sedemikian rupa, sampai menenggelamkan sama sekali kemanusiaan
Yesus dalam keilahian-Nya itu. Ajaran ini sangat meresahkan gereja,
karena dengan menyangkal kemanusiaan Yesus dan hanya mengakui
keilahian-Nya, akan berarti pula bahwa Firman Allah dapat menderita
dan mati ditiang salib. Lihat Bambang Noorsena, Memahami
Kesalahfahaman, Beberapa tema teologis dalam Perjumpaan Kristen-Islam,
(Denpasar:Bali Jagadhita Press,2002), h. 50.
4
Gereja ini menolak dogma kristologis yang dikeluarkan oleh Konsili
Chalcedon (451 M.), yang enyatakan bahwa Yesus memiliki dua hakikat
(Diofisit), ilahi dan insani, yang tidak terpisahkan dan hanya bertindak
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008 15
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
sebagai satu hypotasis. Lihat Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas
berbahasa Indonesia, Gereja Ortodoks Oriental, http://id.wikipedia.org/
wiki/Gereja-Ortodoks-Oriental, diakses tgl. 29 April 2007.
5
Miafisitisme (terkadang disebut henofisitisme) adalah kristologi dari
Gereja-Gereja Ortodoks Oriental. Menurut miafisitisme, dalam satu
pribadi Yesus Kristus itu, keilahian dan kemanusiaan dipersatukan dalam
satu “hakikat” (“fisis”), keduanya dipersatukan tanpa pemisahan, tanpa
pembauran, dan tanpa alterasi. Lihat Wikipedia Indonesia, ensiklopedia
bebas berbahasa Indonesia, Miafitisme, http://id.wikipedia.org/wiki/
Miafisitisme, diakses tgl. 27 Desember 2007.
6
Wikipedia, the free encyclopedia, loc. cit.
7
Al Kitab, Perjanjian Baru, Kisah Para Rasul;11:26, (Jakarta:Lembaga
Al Kitab Indonesia,1993), h. 169. Lihat juga Syriac Orthodox Resources,
History of the Syriac Orthodox Church http://sor.cua.edu/History/index.html,
diakses tgl. 26 Nopember 2007.
8
H.H. Moran Mor Ignatius Yacoub III, About the Syrian Orthodox
Church, http://www.syrianorthodoxchurch.net/Location/Global/SOC-
index-Global-en.htm, diakses tgl. 27 Nopember 2007.
9
Dalam Kristen istilah Rasul itu berasal dari bahasa Ibrani, Shelihah.
Bentuk jamaknya Shelihim. Kisah Rasul-Rasul, bahasa Ibraninya: Miph’a
lot ha-Selihim. Konteksnya sama sekali berbeda dengan istilah rasul dalam
Islam. Istilah shelihah berasal dari sinagoge Yahudi, yaitu wakil dari imam
(kohen) dalam memimpin ibadah. Nah, Yesus dalam iman Kristen diyakini
sebagai imam besar (kohen hanggadol) menurut nubuat dalam Mazmur
110:4.Dalam konteks seperti ini, murid-murid Yesus adalah para “shelihah”
Yesus sebagai Imam Besar. Dalam Alquran, murid-murid Yesus dijuluki
Hawariyin .Ternyata sebutan Hawari berasal dari bahasa Habshi/Ethiopia.
Maknanya sama dengan shelihah tadi. Tetapi entah sebelum zaman Islam
atau sesudahnya istilah rasul diterapkan bagi murid-murid Yesus dalam
bahasa Arab. Lihat Bambang Noorsena, Menuju Dialog Teologis Kristen
Islam, (Yogyakarta:Yayasan Andi, 2001), h.131.
10
Petrus adalah salah seorang dari dua belas murid Yesus yang
merupakan orang pertama dalam gereja dan dianggap sebagai pemimpin
jemaat induk di Yerusalem. Dalam Injil Matius; 16:18, disebutkan:”Dan
Akupun berkata kepadamu: Engkau dalah Petrus dan dia atas batu
karang ini Aku aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak
akan menguasainya”. Bahkan Yesus mengangkat Petrus sebagai kepala
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008
16
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
gereja yang tertinggi, sebagaimana diisyaratkan dalam Injil Yohannes;
21:17. Pada awal mulanya jemaat Kristen terdiri dari orang-orang Yahudi.
Merekalah yang disebut dengan jamaat purba atau jemaat Yerussalem,
atau ada pula yang menyebut mereka dengan jemaat Nazaret. Agama
Kristen pada mulanya adalah untuk bangsa Yahudi, suatu agama nasional
bangsa Yahudi. Akan tetapi, ketika Petrus bekerja di Yerussalem, sudah
terdapat petunjuk bahwa dia membaptis seorang warga Roma, bernama
Kornelius, bersama keluarganya di Kaesaria, dekat Yerussalem. Ini berarti
bahwa agama Kristen berubah dari agama nasional bangsa Yahudi menjadi
agama yang bersifat internasional. Hal inilah yang merupakan
permasalahan bagi gereja Yerussalem sehingga Petrus menghadapi
perlawananan. Pada tahun 42 M, ia pindah ke Roma secara misterius,
dan menjadi paus yang pertama disana. Petrus menjabat sebagai paus
selama 25 tahun dan meninggal dunia pada 67 M. Lihat Fathudin Abdul
Gani, “Agama Katolik”, dalam Djam’annuri (ed), Agama-Agama di Dunia,
(Yogyakarta:IAIN Sunan Kalijaga Press,1988), h. 341. Nama asli Petrus
adalah Simon: yang diberi nama Petrus (Bahasa Yunani: petros, petra;
Bahasa Aram: kçf; Bahasa Inggris: rock; Bahasa Indonesia: Batu Karang)
oleh Yesus, dikenal pula dengan sebutan Simon bar Yonah atau Simon
bar Yokhanan (Bahasa Aram), dan sebelum itu disebut dengan nama
(Surat-Surat Paulus lebih dahulu ditulis) Kefas (Bahasa Aram) oleh
Paulus dari Tarsus, dan Simon Petrus, nelayan dari Betsaida “di Galilea”
(Yohanes 1:44; bdk. 12:21) Lihat Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas
berbahasa Indonesia, Keduabelas Rasul, “http://id.wikipedia.org/wiki/
Keduabelas Rasul, diakses tgl. 2 Januari 2008.
11
Sumber lain menyatakan tahun 34 M., lihat Wikipedia, the free
encyclopedia, loc. cit.
12
Syriac Orthodox Resources, loc. cit.
13
Wikipedia, the free encyclopedia, loc. cit.
14
Syriac Orthodox Resources, loc.cit.
15
Istilah Ortodoks ini muncul pada masa awal gereja, bersamaan
dengan, munculnya aliran “gnostikisme”, yaitu suatu bid’ah Kristen yang
mengubah iman Kristen menjadi semacam ajaran kebatinan. Dalam
melawan ajaran bid’ah gnostik inilah Gereja yang Rasuliah itu menyebut
ajaran asli yang rasuliah itu sebagai ajaran (“doxa”) yang “lurus” (“orthos”),
Ortho+ doxa = Orthodox. Sedangkan ajaran “gnostik” itu sebagai ajaran
(“doxa”) yang berbeda atau menyimpang (“heteros”), hetero+ doxa =
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008 17
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
Heterodox, lihat, Gereja Orthodox Indonesia, Sejarah Gereja
O r t h o d o x , h t t p : / / w w w . g o i n a . o r g /
?uPos=L&uMenu=10&uSys=19&uCaption=Sejarah%20Gereja, diakses
tgl. 27 Desember 2007. Sekarang ini yang termasuk komuni Ortodoks
Oriental adalah; Gereja Apostolik Armenia, Gereja Ortodoks Koptik di
Alexandria yang meliputi: Gereja Tewahedo Ortodoks Ethiopia, dan
Gereja Tewahedo Ortodoks Eritrea, Gereja Ortodoks Britania, Gereja
Timur Ortodoks India, dan Gereja Ortodoks Syria, yang meliputi juga
Gereja Ortodoks Syria Yakobit Malankara, lihat Wikipedia Indonesia,
ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia, Gereja Ortodoks Oriental, loc.
cit.. Sedangkan Gereja Ortodoks Yunani yang pecah dengan Katolik Roma
pada tahun 1054, biasa disebut Eastern Orthodox (Eastern, menunjuk
Roma Timur, yaitu Yunani/Konstantinopel sebagai lawan dari Western,
Roma Barat/Latin). Karena itu dalam bahasa Arab, Gereja Ortodoks
Yunani disebut juga gereja Rumi Ortodoks, untuk membedakan dengan
Rumi Kathuliq. Sedangkan Gereja Ortodoks Syria dan Koptik, lazim
disebut Oriental Orthodox (Ortodoks budaya Timur Tengah). Lihat
Bambang Noorsena, Menuju Dialog Teologis Kristen Islam, op. cit., h. 147.
16
J. H. Enklaar, Sedjarah Gereja Ringkas, (Jakarta: Badan Penerbit
Kristen, 1955),h. 29.
17
Bambang Noorsena, Menuju Dialog Teologis Kristen Islam, op. cit., h.
42.
18
Ibid.
19
Mar Ignatius Ya’qub III, Al-Kanisah as-Suryaniyah al-Anthakiyah al-
Orthodoksiyah, (Damaskus: Alif Ba’ al Adib lil Nasyir, 1980), h. 25-27,
dalam Bambang Norsena, op cit,h.96.
20
Salim George Khalaf, “The Syriac”, Phoenician Canaanite
Encyclopedia, http://phoenicia.org/syriac.html, diakses tanggal 27
Desember 2007.
21
Wikipedia, the free encyclopedia, loc. cit.
22
Syriac Orthodox Resources, loc.cit.
23
Dalam Kisah Rasul Thomas, yang dianggap apokrif, diceritakan
bahwa sesudah Pentakosta, para rasul mengadakan undian ntuk
menentukan daerah-daerah yang akan mereka kabari Injil, Thomas
mendapat India, tetapi menolak karena takut.Lalu Tuhan membuat dia
dijual sebagai budak kepada seorang India, sehingga ia terpaksa pergi.
Di tengah jalan ia melakukan berbagai mu’jizat. Di India ia mulai
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008
18
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
memberitakan Injil, dengan akibat yaitu bahwa wanita-wanita yang
menjadi percaya tidak mau lagi bergaul dengan suami-suami mereka.
Akhirnya permaisuri raja menjadi percaya juga, raja menjadi marah dan
Thomas dibunuh. Lihat Th. Van den End, Sejarah Gereja Asia,
(Yogyakarta:Pusat Penelitian dan Inovasi Pendidikan “Duta Wacana”,
1988), h.14. Thomas juga dikenal sebagai Yudas Tomas Didimus- Kata
Bahasa Aram T’oma’ = kembar, dan kata Bahasa Yunani Didymous=
kembar, lihat Lihat Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa
Indonesia, Keduabelas Rasul, loc. cit.
24
FAQ, loc. cit.
25
Wikipedia, the free encyclopedia, loc. cit.
26
The Syriac Orthodox Church, A Brief Overview, http://sor.cua.edu/
Intro/index.html, diakses tgl.22 Desember 2007.
27
St. Thomas Syriac Orthodox Church, http://stsyriacchurch.homeip.net/
history.htm, diakses tgl. 27 Nopember 2007.
28
Berdiri sendiri dengn satu kepala atau pemimpin.Lihat Wikipedia
Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia, Denominasi Kristen,
http://id.wikipedia.org.wiki.Denominasi Kristen, diakses tgl . 7 Mei 2007.
29
Wikipedia, the free encyclopedia, loc. cit. Sumber lain menyebutkan
jumlah para pengikut Gereja Ortodoks Syria ini di Timur Tengah adalah
670.000 orang, dengan rincian di Syiria; 600.000, Turki; 5.000, Yordania;
50.000, Iraq; 12.000, Libanon; 2.000 dan Mesir;1.000 orang, sedang di
negara-negara lain 2.400.000 orang. Lihat Tore Kjeilen, “Syrian Orthdox
Church”, Encyclopediae of The Orient, http://i.cios.com/e.o/syr.orth.htm.,
diakses tgl. 27 Desember 2007.
30
Lambertus L. Hurek, Gereja Ortodoks Syiria di Indonesia, http. //
hurek.blogspot.com/2005/12/gereja.ortodoks.syria.di.Indonesia.html.,
diakses tgl. 27 Desember 2007. Meskipun terdapat berita yang menyatakan
bahwa gereja ini telah mengabarkan Injil pada abad ketujuh di Indonesia
: di Pancur dan Barus, Sumatra, bahkan ada berita bahwa mereka juga
ada di Kerajaan Majapahit.Lihat Gereja Orthodox Indonesia, loc. cit.
Demikian juga Abu Salih al-Armini dalam bukunya, Tadhakkur fiha Akhbar
min al-Kanais wa al-Adyar min nawahin Mishri wa al-Iqtha’aih, memuat
informasi mengenai masuknya Injil pertama kali yang dibawa oleh orang
Syria ke Nusantara, yaitu deskripsinya kota Fansur, Sumatra Barat.
Dikisahkan disana sudah banyak Gereja dan orang Kristen di sana berasal
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008 19
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
dari Syria Timur/Nestorian. Lihat Bambang Noorsena, Menuju Dialog
Teologis Kristen Islam, op. cit.,h. 100-101.
31
Dewan Gereja-gereja se-Dunia adalah perhimpunan gereja-gereja
yang paling luas dan paling inklusif di antara banyak gerakan ekumenis
lainnya yang bertujuan untuk membentuk kesatuan di antara umat
Kristen. DGD saat ini mempunyai anggota yang jumlahnya lebih dari
340 gereja dandenominasi di lebih dari 100 negara di seluruh dunia, dan
mewakili sekitar 550 juta orang Kristen. Lihat Wikipedia Indonesia,
ensilopedia bebas berbahasa Indonesia, Dewan Gereja-gereja Se-
Dunia,http://id.wikipedia.org/wiki/Dewan_Gereja-gereja_se-Dunia,
diakses 27 Mei 2006.
32
Wikipedia, the free encyclopedia, ibid.
33
Alfred Guillaume, Islam (Toronto, Canada:Penguin Books,1956),
h. 190-198.
34
Bambang Noorsena, Memahami Kesalahfahaman, Beberapa tema
teologis dalam Perjumpaan Kristen-Islam,op. cit, h. 52-53
35
Ibid., h. 53-54.
36
Ibid., h. 57-58.
37
Ibid., h. 58-59.
38
Klausa Filioque (filioque artinya “dan [dari] putera” dalam Bahasa
Latin), adalah klausa penuh perdebatan yang ditambahkan ke dalam
Kredo Nicea, yang menjadi perbedaan divisif khususnya antara Gereja
Katolik Roma dan Gereja Ortodoks Timur. Klausa ini disisipkan dalam
naskah asli Kredo Nicea yang berbunyi “Kami percaya akan Roh Kudus
... yang keluar dari Sang Bapa”, sehingga versi yang telah diberi sisipan
tersebut kini berbunyi “Kami percaya akan Roh Kudus ... yang keluar
dari Sang Bapa dan Sang Putera”. Penambahan ini diterima oleh umat
Kristiani Katolik Romawi namun ditolak oleh umat Kristiani Ortodoks
Timur. Banyak Gereja Katolik Timur tidak menggunakan klausa tersebut
dalam kredo mereka, namun mengakui dokrin yang terepresentasi di
dalamnya, karena klausa ini adalah dogma dalam iman Katolik Romawi.
Sejauh ini Gereja Protestan juga menerimanya. Klausa ini lebih sering
disebut “filioque”. Lihat Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas
berbahasa Indonesia, Filoque, http://id.wikipedia.org/wiki/Filioque, diakses
tgl. 2 Januari 2008.
39
Bambang Noorsena, Menuju Dialog Teologis Kristen Islam, op. cit.,h.20.
40
Ibid., h. 21.
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008
20
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
41
Gelar untuk Yesus yang berasal dari bahasa Ibrani, Mesias, dalam
bhs Yunani diterjemahkan, Khristhos, bahasa Arab, Al Masih, yang berarti:
“yang telah diurapi”. Maksud gelar ini yaitu Yesus telah diurapi Allah
menjadi Juru Selamat Dunia. Lihat, Nico Syukur Dister, Kristologi, sebuah
sketsa, (Yogyakarta:Kanisius, 1993), h. 24.
42
Bambang Noorsena, Memahami Kesalahfahaman, Beberapa tema
teologis dalam Perjumpaan Kristen-Islam,op. cit, h.29.
43
Anba Yuanis, ‘Aqidat Al-Masihiyyin fi al Masih, (Kairo: Mathraniyyat
al-Aqbaath Al-Orthododoks bi Al-Ghurubiyyah, 1980), h.34-35, dalam
Bambang Noorsena, Ibid., h. 16.
44
Bambang Noorsena, Menuju Dialog Teologis Kristen Islam, op. cit.,h.23.
45
Lihat Taib Thahir Abdul Mu’in, Ilmu Kalam, (Jakarta: Widjaya,
1986), h.54-55.
46
Ibid, h. 23, hanya saja menurut Bambang, ada kesalahan identifikasi
madzhab-madzhab Kristen di Timur Tengah, mazdhab yang digolongkan
Wahdah dianggap dianut Nestorian (lebih tepat gereja Assyria Timur
yang sebenarnya tidak pernah menjadi penganut Nestorius). Padahal
dalam ajaran ini, antara gereja-gereja di Timur (Yunani, Koptik, Syria,
Assyria Timur) sebenarnya sama. Perbedaannya justru dengan Gereja
Barat Latin dan Gereja-gereja Protestan, yang masih mempertahankan
sisipan filioque dalam Kredo Nicea / Konstantinopel.
47
Mar Ignatius Ya’qub III, op. cit. h.12, dalam Bambang Norsena, op
cit, h. 34.
48
Bambang Noorsena, Memahami Kesalahfahaman, Beberapa tema
teologis dalam Perjumpaan Kristen-Islam,op. cit, h. 32.
49
Bambang Noorsena, Menuju Dialog Teologis Kristen Islam, op. cit.,h.25.
50
Said Aqiel Siradj, Laa Ilaha Ilalah Juga, dalam Bambang Noorsena,
Ibid., h.165.
51
Bambang Noorsena, Ibid, h. 72-75.
52
Arthur Jefferey, The Foreign Vocabulary of the Qur’an,(Lahore: Al
Biruni, 1979), h. 197-199. Kata-kata Arab dalam Al-Qur’an yang berasal
dari bahasa Suryani /Aram/Syriac menurutnya antara lain: Allah, sholat,
‘Isa, al-masih, ad-dajjal, subhanallah, yang ternyata pararel dengan bentuk
suryani; Alaha, tselota,’Isha, meshiha, daggala, tehila, subh alaha. Arthur
Jeffery banyak merujuk penelitiannya ini dari Al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an,
kaya Jalal ad-Din Asy-Syuyuthi. Lihat Al-Itqan, (Dar al Fikr: Kairo, tt),
juz I, bagian 38, dengan judul fima waqo’a fihi bighoiri lugotil ‘arabi.
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008 21
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
53
Mar Ignatius Efraim al-Awwal Bar Shauma, Patriarkh Antiokia dan
Pemmimpin Tertinggi Gereja Ortodoks Syria (1887-1957), menyusun buku
mengenai sholat tujuh waktu yang dilakukan oleh para pengikut gereja
ini dalam dua bahasa Suryani dan Arab dengan judul; At-Tuhfat ar-Ruhiyat
fi ash-Sholat al Fardhiyah.
54
Didache atau Didakhe (Yunani Koine Äéäá÷t, Didachç), atau Ajaran-
Ajaran Rasul adalah nama yang umum diberikan kepada sebuah risalah
Kristen awal (yang diduga berasal dari suatu masa pada tiga abad pertama
sejarah Gereja), yang memuat pengajaran untuk komunitas-komunitas
Kristen. Teksnya sendiri kemungkinn merupakan katekismus tertulis
pertama, dengan tiga bagian utama yang membahas pengajaran Kristen,
ritual-ritual seperti baptisan dan ekaristi, serta organisasi gereja. Didache
dianggap oleh sebagian Bapak Gereja sebagai bagian dari Perjanjian Baru
oleh sebagian lainnya ditolak karena isinya diragukan, sehingga akhirnya
tidak diterima ke dalam kanon, kecuali Gereja Ortodoks Ethiopia yang
menerimanya dalam “kanon yang lebih luas”. Gereja Katolik Roma
menerimanya sebagai bagian dari tulisan para Bapak Rasuli. Penemuan
naskah ini pada akhir abad 19 menimbulkan gema yang hebat di kalangan
ilmiah gereja, sebab sarjana-sarjana patristik telah mengetahui
keberadaan apa yang disebut “Ajaran Rasul-rasul”, namun mereka tidak
pernah menemukan satu pun petunjuk tentangnya sampai penemuan
tersebut. Lihat, Wikipedia Indonesia, Ensiklopedia Bebas Berbahasa
Indonesia, Didache, http://id.wikipedia.org/wiki/Didache, diakses tgl. 3
Desember 2007.
55
Bambang Noorsena,op. cit. , h.10-12.
56
Mengetahui Ortodoks Syria, http://gereja.phpbb24.com/
viewtopic.php?t=295, diakses tgl. 27 Nopember 2007. lihat juga, Syriac
Orthodox Resources, Worship in the Syriac Orthodox Church, loc. cit.
57
St. Thomas Syriac Orthodox Church, loc. cit.
58
Syriac Orthodox Resources,lo. cit.
59
HMO, Mauluddin Anwar, dan A. Murtafie Haris, Ada Jilbab, Khitan,
dan Jenggot, http://Groups.google.co.id/group/soc.culture.Indonesia/msg/
687942098847798, diakses tgl. 27 Nopember 2007.
60
Herry Mohammad, Sapto Waluyo, J. Eko Setyo Utomo, Upaya
Menemukan Kembali Akar, http://Groups.google.co.id/group/
soc.culture.Indonesia/msg/687942098847798, diakses tgl. 27 Nopember
2007.
61
M.H., Titi A.S., dan Abdul Manan, Gereja dengan Haji dan Sholat,
http://jurnalis.wordpress.com/1998/10/03/gereja-dengan-haji-dan-sholat/
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008
22
, diakses tgl. 27 Nopember 2007. Gambar postur-postur ibadah Yahudi
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
DAFTAR PUSTAKA
Al Kitab, Jakarta:Lembaga Al Kitab Indonesia,1993.
Alfred Guillaume, Islam, Toronto, Canada:Penguin Books,1956.
Arthur Jefferey, The Foreign Vocabulary of the Qur’an, Lahore: Al Biruni,
1979.
Bambang Noorsena, Menuju Dialog Teologis Kristen Islam,
Yogyakarta:Yayasan Andi, 2001.
Djam’annuri (ed), Agama-Agama di Dunia, Yogyakarta:IAIN Sunan
Kalijaga Press,1988.
J. H. Enklaar, Sedjarah Gereja Ringkas, Jakarta;Badan Penerbit Kristen,
1955.
Jalal ad-Din Asy-Syuyuthi. Al-Itqan, Dar al Fikr: Beirut. tt.
Nico Syukur Dister, Kristologi, sebuah sketsa, Yogyakarta:Kanisius, 1993.
Taib Thahir Abdul Mu’in, Ilmu Kalam, Jakarta: Widjaya, 1986.
Th. Van den End, Sejarah Gereja Asia, Yogyakarta:Pusat Penelitian dan
Inovasi Pendidikan “Duta Wacana”, 1988.
Internet:
FAQ, http://www.angelfire.com/journal2/iscs/faq.htm, diakses tgl. 27
Desember 2007.
Gereja Orthodox Indonesia, Sejarah Gereja Orthodox, http://
www.goina.org// uPos = L&uMenu = 10&uSys = 19&uCaption =
Sejarah%20Gereja, diakses tgl. 27 Desember 2007.
H.H. Moran Mor Ignatius Yacoub III, About the Syrian Orthodox Church,
http://www.syrianorthodoxchurch.net/Location/Global/SOC-index-
Global-en.htm, diakses tgl. 27 Nopember 2007.
Herry Mohammad, Sapto Waluyo, J. Eko Setyo Utomo, Upaya
Menemukan Kembali Akar, http://Groups.google.co.id/group/
soc.culture.Indonesia/msg/687942098847798, diakses tgl. 27
Nopember 2007.
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008 23
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
HMO, Mauluddin Anwar, dan A. Murtafie Haris, Ada Jilbab, Khitan,
dan Jenggot,http://Groups.google.co.id/group/soc.culture.Indonesia/
msg/687942098847798, diakses tgl. 27 Nopember 2007.
Lambertus L. Hurek, Gereja Ortodoks Syiria di Indonesia, http. //
h u r e k . b l o g s p o t . c o m / 2 0 0 5 / 1 2 /
gereja.ortodoks.syria.di.Indonesia.html., diakses tgl. 27 Desember
2007.
M.H., Titi A.S., dan Abdul Manan, Gereja dengan Haji dan Sholat,
http://jurnalis.wordpress.com/1998/10/03/gereja-dengan-haji-dan-
sholat/, diakses tgl. 27 Nopember 2007.
Mengetahui Ortodoks Syria, http://gereja.phpbb24.com/
viewtopic.php?t=295, diakses tgl. 27 Nopember 2007.
Salim George Khalaf, “The Syriac”, Phoenician Canaanite Encyclopedia,
http://phoenicia.org/syriac.html, diakses tanggal 27 Desember 2007.
St. Thomas Syriac Orthodox Church, http://stsyriacchurch.homeip.net/
history.htm, diakses tgl. 27 Nopember 2007
Syriac Orthodox Resources, History of the Syriac Orthodox Church http:/
/sor.cua.edu/History/index.html, diakses tgl. 26 Nopember 2007.
The Syriac Orthodox Church,A Brief Overview, http://sor.cua.edu/Intro/
index.html, diakses tgl.22 Desember 2007.
Tore Kjeilen, “Syrian Orthdox Church”, Encyclopediae of The Orient,
http://i.cios.com/e.o/syr.orth.htm., diakses tgl. 27 Desember 2007.
Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia, Denominasi
Kristen, http://id.wikipedia.org.wiki.Denominasi_Kristen, diakses
tgl . 7 Mei 2007.
Wikipedia Indonesia, Ensiklopedia Bebas Berbahasa Indonesia, Didache,
http://id.wikipedia.org/wiki/Didache, diakses tgl. 3 Desember 2007.
Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia, Filoque,
http://id.wikipedia.org/wiki/Filioque, diakses tgl. 2 Januari 2008.
Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia, Gereja
Ortodoks Oriental, http://id.wikipedia.org/wiki/Gereja-Ortodoks-
Oriental, diakses tgl. 29 April 2007
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008
24
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia, Keduabelas
Rasul, “http://id.wikipedia.org/wiki/Keduabelas_Rasul, diakses tgl.
2 Januari 2008
Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia, Miafitisme,
http://id.wikipedia.org/wiki/Miafisitisme, diakses tgl. 27 Desember
2007.
Wikipedia Indonesia, ensilopedia bebas berbahasa Indonesia, Dewan
Gereja-gerejaSe-Dunia,http://id.wikipedia.org/wiki/
Dewan_Gereja-gereja_se-Dunia, diakses 27 Mei 2006.
Wikipedia, the free encyclopedia, Syriac Orthodox Church, http://
en.wikipedia.org/wiki/Syriac_Orthodox_Church, diakses tgl. 29
Nopember 2007.
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008 25
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008
26
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008 27/media/disk/ISLAM/08-teologia-1.pdf

Minggu, 24 Mei 2009

Dialog di antara Iblis & Nabi Muhammad (mesti baca)


Diriwayatkan dari Mu’ads bin Jabal ra., dari Ibnu Abbas ra yang berkisah : Kami bersama Rasulullah saw di rumah salah seorang sahabat Anshar, dimana saat itu kami di tengah-tengah jamaah. Lalu ada suara orang memanggil dari luar, “Wahai para penghuni rumah, apakah kalian mengizinkanku masuk, sementara kalian butuh kepadaku.”
Rasulullah bertanya kepada para jamaah, “Apakah kalian tahu, siapa yang memanggil dari luar itu ?”
Mereka menjawab, “Tentu Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.”
Lalu Rasulullah saw menjelaskan, “Ini adalah iblis terkutuk semoga Allah senantiasa melaknatnya. “
Kemudian Umar ra meminta izin kepada Rasulullah sembari berkata, “Ya Rasulullah, apakah engkau mengizinkanku unuk membunuhnya ?”
Beliau menjawab, “Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa ia termasuk makhluk yang tertunda kematiannya sampai batas waktu yang telah diketahui (hari Kiamat) ? Akan tetapi sekarang silahkan kalian membukakan pintu untuknya. Sebab ia diperintah untuk datang ke sini, maka pahamilah apa yang ia ucapkan dan dengarkan apa yang akan ia ceritakan pada kalian.”
Ibnu Abbas berkata : Kemudian dibukakan pintu, lalu ia masuk di tengah-tengah kami. Ternyata ia berupa orang yang sudah tua Bangka dan buta sebelah mata. Ia berjenggot sebanyak tujuh helai rambut yang panjangnya seperti rambut kuda. Kedua kelopak matanya terbelah ke atas (tidak kesamping). Sedangkan kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar, gigi taringnya memanjang seperti taring babi. Sementara kedua bibirnya seperti bibir kerbau. Ia datang sembari memberi salam, “Assalamu’alaika ya Muhammad, Assalamu’alaikum ya jamaa’atal-muslimiin,’ kata iblis.
Nabi menjawab, “Assalamu lillah ya la’iin (keselamtan hanya milik Allah, wahai makhluk yang terkutuk). Saya mendengar engkau punya keperluan kepada kami. Apa keperluan tersebut wahai iblis ?”
“Wahai Muhammad, saya datang ke sini bukan karena kemauanku sendiri,tapi saya datang ke sini karena terpaksa,” tutur iblis.
“Apa yang membuatmu terpaksa harus datang ke sini wahai makhluk terkutuk ?” tanya Rasulullah.
Iblis menjawab, “Telah datang kepadaku seorang malaikat yang diutus Tuhan Maha Agung dimana utusan itu berkata, `Sesungguhnya Allah swt memerintahmu untuk datang kepada Muhammad saw, sementara engkau adalah makhluk yang rendah dan hina. Engkau harus memberitahu kepadanya, bagaimana engkau menggoda dan merekayasa anak cucu Adam,bagaimana engkau membujuk dan merayu mereka. Lalu engkau harus menjawab segala apa yang ditanyakan Muhammad dengan jujur. Maka demi Kebesaran dan Keagungan Allah, jika engkau menjawab dengan bohong, sekalipun hanya sekali, sunguh Allah akan akan menjadikan engkau debu yang bakal dihempaskan angin, dan musuh-musuhmu akan senang.’ Wahai Muhammad, maka sekarang saya datang untuk menjawab apa yang engkau tanyakan dengan jujur.”
Rasulullah mulai melempar pertanyaan kepada iblis, “Jika engkau bisa menjawab dengan jujur, maka coba seritakan kepadaku, siapa orang yang paling engkau benci ?”
Iblis menjawab dengan jujur, “Engkau, wahai Muhammad, adalah orang yang paling aku benci dan kemudian orang-orang yang mengikuti agamamu.”
“Lalu siapa lagi yang paling engkau benci ?” tanya Rasulullah.
“Seorang pemuda yang bertakwa dimana ia mencurahkan dirinya hanya kepada Allah swt,” jawab iblis.
“Siapa lagi ?’ tanya Rasulullah.
“Orang alim yang wara’ (menjaga diri dari syubhat) lagi sabar,” jawab iblis.
“Siapa lagi ?” tanya Rasulullah.
“Orang yang senantiasa melanggengkan kesucian dari tiga kotoran(hadats besar dan kecil serta najis),” tutur iblis.
“Siapa lagi ?” tanya Rasulullah.
“Orang fakir yang senantiasa bersabar, tidak pernah menuturkan kefakirannya kepada siapapun dan juga tidak pernah mengeluh penderitaan yang dialaminya,” jawab iblis.
“Lalu darimana engkau tahu kalau ia bersabar ?” tanya Rasulullah.
“Wahai Muhammad, bila ia masih dan pernah mengeluhkan penderitaannya kepada makhluk yang sama dengannya selama tiga hari, maka Allah tidak akan mencatat perbuatannya dalam kelompok orang-orang yang sabar,” jelas iblis.
“Lalu siapa lagi wahai iblis ?” tanya Rasulullah.
“Orang kaya yang bersyukur”
“Lalu apa yang bisa memberi tahu kepadamu, bahwa ia bersyukur ?”
“Bila saya melihatnya ia mengambil kekayaannya dari apa saja yang dihalalkan dan kemudian disalurkan pada tempatnya,”
“Bagaimana kondisimu bila ummatku menjalankan shalat ?”
“Wahai Muhammad, saya langsung merasa gelisah dan gemetar”
“Mengapa wahai makhluk terkutuk ?”
“Sesungguhnya apabila seorang hamba bersujud kepada Allah sekali sujud, maka Allah akan mengangkat satu derajat kemuliaan. Apabila mereka berpuasa, maka saya terikat sampai mereka berbuka kembali.Apabila mereka menunaikan manasik haji, maka saya jadi gila. Apabila membaca Al Qur`an, maka saya akan meleleh seperti timah yang dipanaskan. Apabila bersedekah maka seakan-akan orang yang bersedekah itu mengambil kampak lalu memotong saya menjadi dua”
“Mengapa demikian wahai Abu Murrah (julukan iblis) ?”
“Sebab dalam sedekah ada empat perkara yang perlu diperhatikan : dengan sedekah itu Allah akan menurunkan keberkahan dalam hartanya, menjadikan ia disenangi dikalangan makhluk-Nya, dengan sedekah itu pula Allah menjadikan suatu penghalang antara dia dengan neraka dan akan menghindarkan segala bentuk bencana dan penyakit”
“Lalu bagaimana pendapatmu tentang Abu Bakar ?”
“Ia sewaktu jahiliyyah saja tidak pernah taat kepadaku, apalagi sewaktu dalam Islam”
“Bagaimana dengan Umar bin Khaththab ?”
“Demi Allah, setiap kali saya bertemu dengannya, mesti akan lari darinya”
“Bagaimana dengan Utsman ?”
“Saya merasa malu terhadap orang yang para malaikat saja malu kepadanya”
“Lalu bagaimana dengan Ali bin Abi Thalib ?”
“Saya berharap pada Allah untuk tak akan pernah dipertemukan olehnya”
“Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan ummatku berbahagia dan mencelakakanmu sampai batas waktu yang telah ditentukan”
“Tidak dan tidak mungkin, dimana ummatmu bisa bahagia sementara saya senantiasa hidup dan tidak akan mati sampai batas waktu yang telah ditentukan. Lalu bagaimana engkau bisa berbahagia terhadap ummatmu,sementara saya bisa masuk kapan saja melalui aliran darah dan daging, sedangkan mereka tidak melihatku. Demi Tuhan, sungguh saya akan menyesatkan mereka seluruhnya, baik yang bodoh maupun yang alim, yang awam maupun yang bisa membaca Al Qur`an, yang nakal maupun yang rajin beribadah, kecuali hamba-hamba Allah yang mukhlis (murni)”
“Siapa menurut engkau hamba-hamba Allah yang mukhlis ?”
Iblis menjawab dengan panjang lebar, “Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa orang yang masih suka harta dan suka dipuji maka ia belum murni karena Allah. Sesungguhnya seorang hamba selagi masih suka harta dan pujian, sementara hatinya selalu bergantung pada kesenangan dunia, maka ia lebih taat kepadaku. Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa cinta harta itu termasuk dosa yang paling besar ? kemudian cinta kedudukan adalah dosa besar juga. Saya mempunyai tujuh puluh ribu anak, sedangkan tiap anak dari jumlah itu memiliki tujuhpuluh ribu setan. Diantara mereka ada yang saya tugaskan untuk menggoda ulama, menggoda para pemuda, menggoda orang tua. Anak-anak muda bagi kami tidak masalah, sedangkan anak kecil lebih mudah kami permainkan sekehendak saya. Diantara mereka juga ada yang saya tugaskan untuk menggoda orang yang tekun beribadah,menggoda orang yang zuhud. Mereka keluar masuk dari kondisi yang berbeda, dari satu pintu ke pintu lainnya, sehingga mereka berhasil dengan menggunakan cara apapun. Saya ambil dari mereka nilai keikhlasan dalam hatinya, sehinga mereka beribadah tidak karena Allah, sementara mereka tidak merasakan itu. Apakah engkau lupa wahai Muhammad kisah seorang rahib yang berbuat ikhlas selama tujuhpuluh tahun, sehingga dengan do’anya ia bisa menyembuhkan penyakit ? Akan tetapi saya tak pernah putus asa menggodanya sampai ia sempat berbuat zina dan membunuhnya dan akhirnya ia mati dalam keadaan kafir. Itu semua berkat saya Muhammad.
Kebohongan itu berasal dari saya, saya adalah makhluk yang berbohong pertama kali. Orang yang berbohong adalah temanku. Barangsiapa yang bersumpah atas nama Allah dengan berbohong maka ia kekasihku.Menggunjing dan mengadu domba adalah buah santapan dan kesukaanku. Kesaksian dusta adalah penyejuk mataku. Barangsiapa bersumpah dengan menceraikan istrinya (talak) maka hampir tidak akan bisa selamat, sekalipun hanya sekali. Andaikan itu benar, yang karenanya orang membiasakan lidahnya mengucapkan kata-kata tersebut, istrinya adalah haram baginya. Kemudian dari pasangan itu menghasilkan keturunan haram. Sehingga semuanya masuk neraka gara-gara satu ucapan.
Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara ummatmu ada orang yang menunda-nunda shalatnya. Ketika ia hendak menjalankan shalat maka saya selalu berada padanya dan menganggunya, “masih ada waktu, teruskan engkau sibuk dengan urusan dan pekerjaan yang engkau lakukan.’ Sehingga ia menunda shalatnya, dan kemudian shalat diluar waktunya. Akibatnya ia akan memikul dosanya kelak. Kalau saya kalah, maka saya akan mengirim kepadanya salah seorang dari setan-setan manusia yang akan menyibukkannya. Kalau saya masih kalah juga, maka saya diamkan sampai ia melakukan shalat. Ketika dalam shalatnya saya berkata `meliriklah ke kanan dan ke kiri’, akhirnya ia melirik. Maka pada saat itu wajahnya saya usap dengan tangan saya.
Wahai Muhammad engkau tahu kalau seseorang banyak melirik dalam shalatnya akan menanggung dosanya. Kalau dalam shalat ia mampu mengalahkan saya, sementara ia shalat sendirian, maka saya akan buat ia tergesa-gesa. Ia seperti ayam yang sedang makan, begitu tergesa-gesa. Kalau dalam shalat berjamaah, ia akan saya buat mendahului imam karena kepalanya saya tarik. Jika saya masih kalah juga, maka saya perintahkan meremas jemarinya sehingga bersuara, sesungguhnya ia termasuk orang yang bertasbih kepadaku. Kalau ia masih mempan juga, maka saya tiup hidungnya sehingga dia menguap. Saat itulah anak-anak saya masuk, dan ia makin rakus akan dunia dan berbagai perangkapnya.
Bagaimana ummatmu bisa bahagia wahai Muhammad, sedangkan saya memerintahkan orang miskin untuk tidak shalat, dan saya berkata padanya `shalat hanya kewajiban orang yang diberi nikmat’. Kemudian untuk orang sakit, akan saya buat ia terlena dengan salah satu ayat Allah, “???..dan tidak apa-apa bagi seorang yang sakit” (An Nur:61)”, padahal tidak apa-apa disini menyangkut tata cara normalnya, bukan tidak apa-apa untuk meninggalkan shalat. Sehingga ia merasa aman ketika meninggalkan shalat, padahal jika ia mati saat itu juga, ia termasuk orang yang kafir dan Allah sunguh akan memurkainya.
Bagaimana engkau merasa bahagia atas ummatmu wahai Muhammad,sedangkan saya bisa memurtadkan seperenam ummatmu ?”
Kemudian Rasulullah meneruskan pertanyaan, “Wahai makhluk terkutuk,siapa teman dudukmu ?”
“Orang yang suka makan riba”
“Lalu siapa teman dekatmu ?”
“Orang yang berzina”
“Siapa teman tidurmu ?”
“Orang yang mabuk”
“Siapa tamumu ?”
“Pencuri”
“Siapa utusanmu ?”
“Dukun, tukang sihir”
“Apa yang menyenangkan pandangan matamu ?”
“Orang yang bersumpah dengan talak”
“Siapa kekasihmu ?”
“Orang yang meninggalkan shalat Jum`at”
“Wahai makhluk terkutuk, apa yang menyebabkan punggungmu patah ?”
“Suara ringkik kuda untuk berperang di jalan Allah”
“Apa yang menjadikan tubuhmu meleleh ?”
“Tobatnya orang yang bertobat”
“Apa yang membuat hatimu panas ?”
“Orang yang beristigfar kepada Allah, baik siang maupun malam”
“Apa yang membuatmu merasa malu dan hina ?”
“Sedekah secara rahasia”
“Apa yang menyebabkan matamu buta ?”
“Shalat sunnah sebelum subuh”
“Apa yang dapat membuat pecah kepalamu ?”
“Shalat berjamaah”
“Siapa orang yang bisa membahagiakanmu ?”
“Orang yang meninggalkan shalat”
“Siapa orang yang celaka menurut engkau ?”
“Orang yang dermawan atas nama Allah”
“Apa yang menyita pekerjaanmu ?”
“Majelis Ta`lim”
“Bagaimana engkau makan ?”
“Dengan tangan kiri dan jemariku”
“Dimana engkau berteduh ketika panas ?”
“Di bawah kuku manusia”
“Berapa kebutuhan yang pernah engkau minta kepada Allah ?”
“Sepuluh macam”
“Apa saja itu wahai makhluk terkutuk ?”
“Saya meminta agar saya bisa berserikat dengan anak cucu Adam dalam harta dan kekayaan dan anak-anak mereka. Akhirnya Allah mengizinkanku berserikat dalam kelompok mereka. “Dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan berilah janji mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan kepada mereka melainkan tipuan belaka” (Al Isra’ : 64).
Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya, maka saya akan ikut memakannya. Saya juga ikut memakan makanan yang bercampur riba dan haram serta segala macam harta yang tidak dimohonkan perlindungan kepada Allah dari saya yang terkutuk. Setiap orang yang tidak memohon perlindungan kepada Allah dari setan ketika bersetubuh dengan istrinya, maka saya akan ikut bersetubuh. Akhirnya melahirkan anak yang mendengarkan dan taat kepada saya. Begitu pula orang yang naik kendaraan dengan maksud mencari penghasilan yang tidak dihalalkan, maka saya adalah temannya. “Dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki” (Al Isra’ : 64)
Saya mohon kepada-Nya agar saya punya rumah, maka kamar mandi adalah rumahku. Saya mohon agar saya punya mesjid, akhirnya pasar adalah mesjidku. Saya mohon agar saya punya Al Qur`an, maka syair adalah Qur`anku. Saya mohon agar saya punya adzan, maka terompet adalah adzanku. Saya mohon agar punya tempat tidur, maka orang mabuk adalah tempat tidurku. Saya mohon agar diberi teman-teman dekat, maka orang yang menginfakkan hartanya untuk kemaksiatan adalah teman dekatku. “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu adalah yang sangat ingkar kepada Tuhannya” (Al Isra’ : 27).
Rasulullah saw berkata kepada iblis, “Andaikan tidak setiap apa yang engkau ucapkan itu didukung oleh ayat-ayat dari kitab Allah tentu aku tidak akan membenarkanmu”
Lalu Iblis berkata lagi, “Wahai Muhammad, saya memohon agar saya bisa melihat anak cucu Adam tetapi mereka tidak melihatku. Kemudian Allah menjadikanku bisa mengalir melalui aliran darah mereka. Diriku bisa berjalan sesuai kehendakku kemana saja dengan cara apapun. Sesungguhnya orang yang mengikutiku lebih banyak dari orang yang mengikutimu.
Saya memiliki anak bernama Atamah (semoga Allah melaknatnya) . Ia akan kencing di mata ummatmu sehingga mereka tertidur dan akhirnya meninggalkan shalat Isya’. Andaikan tidak karenanya tentu manusia tidak akan tidur lebih dahulu sebelum shalat Isya’. Saya juga punya anak bernama Mutaqadhi (semoga Allah mengutuknya) , tugasnya membangkitkan keinginan umatmu untuk memamerkan harta dan kelebihannya, sehingga Allah akan memabatalkan 99 dari 100 pahala. Kemudian anak saya yang lain Kuhyal (semoga Allah mencelakakannya) dimana ia bertugas mengusapi celak mata ummatmu ketika berada di majlis Ta’lim dan ketika shalat Jum’at, sehingga dia tertidur dan tidak mendengarkan khathib sehingga hilanglah pahalanya. Setiap kali ada perempuan yang keluar rumah, sesungguhnya ada ribuan pasukanku yang mengikutinya. Mereka ada yang duduk dipinggulnya, di buah dadanya, di bibirnya, di kukunya, dan dilain tempat yang membuat perempuan itu menarik secara dunia. Sehingga dia menabur maksiat yang siap disantap oleh para pemuda. Lain halnya dengan ummatmu yang berjilbab, tentu saya menggodanya tidak lewat cara itu, karena tubuhnya tertutup sangat sulit buat saya kalau masih menerapkan cara itu.
Wahai Muhammad, sebenarnya saya tidak bisa menyesatkan sedikitpun. Akan tetapi saya hanya bisa menganggu dan menghiasi, mengotori pikirannya dan menjanjikan janji-janji palsu. Seandainya saya memiliki kemampuan untuk menyesatkan, tentu saya tak akan membiarkan segelintir manusia di muka bumi ini masih sempat mengucapkan syahadat. Tidak ada lagi orang yang shalat dan puasa.
Sebagaimana engkau wahai Muhammad, tidak berhak memberikan hidayah sedikitpun kepada siapapun. Akan tetapi tugasmu sama dengan tugasku yaitu mengajak. Engkau adalah utusan dan penyampai amanat dari Allah. Andaikan engkau mempunyai kemampuan untuk memberi hidayah, tentu engkau tidak akan membiarkan segelintir kafir pun di muka bumi ini. Engkau hanyalah sebagaimana argumentasi (hujjah) Allah terhadap makhluk-Nya. Sementara saya hanyalah menjadi sebab celakanya orang.”
Lantas Rasulullah berkata kepada iblis, “wahai Abu Murrah (iblis),apakah engkau masih ingin bertobat dan kembali kepada Allah, sementara saya akan menjaminmu masuk surga.”
Iblis menjawab, “Wahai Rasulullah, ketentuan adanya aku adalah untuk mempertegas adanya engkau, begitu juga sebaliknya. Itulah hukum yang ditetapkan Allah dan aku menikmatinya. Ketentuan telah memutuskan dan qalam pun telah kering dengan apa yang terjadi seperti ini hingga hari kiamat nanti. Maka Maha Suci Allah yang telah menjadikan engkau sebagai tuan para Nabi dan khathib para penduduk surga. Sementara diriku dijadikan tuan orang-orang yang celaka dan khathib para penduduk neraka. Saya adalah makhluk celaka dan terusir. Ini adalah akhir dari apa yang saya beritahukan kepada engkau, dan saya mengatakan sejujurnya.”
Semoga Kisah ini lebih membuka mata hati kita akan musuh kita.Allah maha mengetahui.

Minggu, 17 Mei 2009

SEPULUH PEMBATAL KEISLAMAN

SEPULUH PEMBATAL KEISLAMAN
Judul Asli Al-Qaulul Mufid fi Adillati At-Tauhid



Penulis : Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Wash

Diterjemahkan oleh : Al Akh Luqman Yazid



Seorang ulama Ahlus Sunnah dari negeri Yaman, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Washabi, menulis dalam kitab beliau yang ringkas “Al-Qaulul Mufid fi Adillati At-Tauhid,” sepuluh sebab yang menyebabkan batalnya keislaman seseorang. Tidak seperti batalnya jenis-jenis ibadah lain di dalam Islam yang tidak mengeluarkan seseorang dari agama, batalnya keislaman berakibat fatal kepada pelakunya di dunia dan di akhirat.

Sepuluh Pembatal Keislaman itu ialah:
1. Syirik
2. Murtad
3. Tidak mengkafirkan orang kafir
4. Meyakini kebenaran hukum thaghut
5. Membenci sunnah Rasul, meskipun diamalkan
6. Mengolok-ngolok agama
7. Sihir
8. Menolong orang kafir untuk memerangi kaum muslimin
9. Meyakini bolehnya keluar dari syariat Allah
10.Tidak mau mempelajari dan mengamalkan agama

Mari kita jadikan tulisan beliau sebagai bahan koreksi bagi kita semua, jangan sampai gara-gara kebodohan dan kelalaian kita selama ini keislaman kita sudah tidak lagi diakui Allah Ta’ala. Berikut adalah tulisan beliau yang sudah diringkas.

Sumber : http://salafy.or.id

Ebook compiled by akhukum fillah La Adri At tilmidz

Semoga bermanfaat















Pertama, Syirik Kepada Allah

Yaitu menjadikan perantara (sekutu) antara si hamba dengan Allah. Si hamba berdoa kepada para perantara ini, meminta syafa’at, bertawakkal, beristighatsah kepada mereka, bernazar untuk mereka, dan menyembelih kurban dengan menyebut nama mereka. Si hamba berkeyakinan segala perbuatannya tersebut dapat menolak mudharat atau mendatangkan manfaat. Orang yang semacam ini telah kafir.

Berfirman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ (48)

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.”(An-Nisa: 48)

Dan firman Allah :

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَار

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun." (Al Maidah: 72)





Kedua, Murtad Dari Islam

Masuk dan memeluk agama Yahudi, Nasrani, Majusi, Komunisme, Ba’tsi, paham sekuler, Freemasonry, dan faham-faham kufur lainnya.

Allah berfirman :

وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (Al-Baqarah, 217)

Allah Ta’ala berfirman :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu'min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui..” (Al Maidah: 54)

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ ارْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَى الشَّيْطَانُ سَوَّلَ لَهُمْ وَأَمْلَى لَهُمْ(25)ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لِلَّذِينَ كَرِهُوا مَا نَزَّلَ اللَّهُ سَنُطِيعُكُمْ فِي بَعْضِ الْأَمْرِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِسْرَارَهُمْ(26)فَكَيْفَ إِذَا تَوَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ(27)ذَلِكَ بِأَنَّهُمُ اتَّبَعُوا مَا أَسْخَطَ اللَّهَ وَكَرِهُوا رِضْوَانَهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ(28)أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ أَنْ لَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ أَضْغَانَهُمْ(29) وَلَوْ نَشَاءُ لَأَرَيْنَاكَهُمْ فَلَعَرَفْتَهُمْ بِسِيمَاهُمْ وَلَتَعْرِفَنَّهُمْ فِي لَحْنِ الْقَوْلِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ أَعْمَالَكُمْ(30)

"Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) itu berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang diturunkan Allah (orang-orang Yahudi): "Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan", sedang Allah mengetahui rahasia mereka. Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila malaikat (maut) mencabut nyawa mereka seraya memukul muka mereka dan punggung mereka? Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan (karena) mereka membenci (apa yang menimbulkan) keridhaan-Nya; sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka. Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka? Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya. Dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kamu.” (Muhammad, 25-30)

Dan Allah berfirman,

الْيَوْمَ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَهُمْ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ إِذَا ءَاتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ وَلَا مُتَّخِذِي أَخْدَانٍ وَمَنْ يَكْفُرْ بِالْإِيمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ(5)

“Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.” (Al Maidah ayat 5).

Dari Ibnu Abbas Radhiallahu'anhu katanya: “Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa yang mengubah agamanya, maka bunuhlah dia!’”(Riwayat Bukhari, No. 2854)

Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu'anhu, beliau berkata: “Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: ‘Tidak halal (menumpahkan darah seorang muslim) yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah, dan bersaksi pula bahwa aku adalah utusan Allah, kecuali dengan tiga perkara: orang sudah menikah tapi berzina, orang yang membunuh jiwa (tanpa hak), dan orang yang meninggalkan agama dan memisahkan diri dari jamaah.” (Bukhari 6484, Muslim 1674)





Ketiga, Tidak Mengkafirkan Orang Yang Jelas-Jelas Kafir.

Baik itu Yahudi, Nasrani (Kristen/Katolik), Majusi, Musyrik, Atheis, atau lainnya dari jenis bentuk kekufuran. Atau, meragukan kekafiran mereka, membenarkan mazhab dan pemikiran mereka. Yang demikian ini juga dihukumi kafir. Allah sendiri telah mengkafirkan, namun orang ini menentang dengan mengambil sikap yang berlawanan dengan ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Karena itu, tidak mengkafirkan orang yang dikafirkan Allah, ragu, dan bahkan membenarkan mazhab mereka, sama dengan artinya berpaling dari keputusan Allah.

Allah berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ(6)

“Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” (Al-Bayyinah:6)

Yang dimaksud dengan ahli kitab adalah Yahudi dan Nasrani. Sedangkan yang dimaksud dengan musyrikin ialah orang yang menyembah Allah sekaligus menyembah sesembahan yang lain.

Allah berfirman :

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ أَنْ يُهْلِكَ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا يخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam". Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?" Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Al-Maidah: 17)

Allah berfirman :

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَابَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu" Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (Al-Maidah : 72)

Allah berfirman :

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلَّا إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ(73)

“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” (Al-Maidah: 73).

Allah berfirman

إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيُرِيدُونَ أَنْ يُفَرِّقُوا بَيْنَ اللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَنْ يَتَّخِذُوا بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا(150)أُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ حَقًّا وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا(151)

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasu-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.” (An-Nisa: 150-151)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ ءَايَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا(140)

“Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al Qur'an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam,” (An-Nisa’:140)

Keempat, Meyakini Bahwa Petunjuk Selain Nabi Lebih Sempurna Daripada Petunjuk Beliau.

Atau, meyakini bahwa hukum selain hukumnya lebih baik. Seperti orang-orang yang lebih mengutamakan hukum thagut daripada hukum-hukum-Nya. Termasuk ke dalamnya orang yang beryakinan bahwa aturan dan perundangan yang dibuat oleh manusia lebih utama daripada syariat Islam. Atau, meyakini bahwa hukum-hukum Islam tidak layak diterapkan pada masa sekarang. Atau, meyakini bahwa Islam merupakan penyebab kemunduran kaum muslimin.

Atau, meyakini bahwa Islam itu sebatas hubungan seorang hamba dengan tuhannya, dan tidak mencakup perkara-perkara kehidupan lainnya.

Termasuk dalam kategori ini adalah orang yang berpandangan bahwa pelaksanaan hukum Allah dalam masalah memotong tangan pencuri, atau merajam pelaku zina muhshan (yang sudah pernah nikah, red), tidak relevan dengan kondisi sekarang.

Juga termasuk ke dalamnya orang yang meyakini bolehnya berhukum dengan selain hukum Allah dalam muamalah, penerapan hukum pidana, dan yang lainnya. Meskipun dia tidak meyakini bahwa hal itu lebih baik daripada hukum yang ditetapkan oleh syariat Islam. Lantaran dengan begitu dia telah menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah. Dan setiap orang yang menghalalkan apa yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya dari perkara-perkara agama yang sudah pasti secara ijma’ seperti zina, riba, khamr, dan berhukum dengan selain syariat Allah maka dia itu kafir berdasarkan kesepakatan kaum muslimin.

Allah Ta’ala berfirman :

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ(50)

“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (Al-Maidah : 50)

إِنَّا أَنْزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّونَ الَّذِينَ أَسْلَمُوا لِلَّذِينَ هَادُوا وَالرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ بِمَا اسْتُحْفِظُوا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ وَكَانُوا عَلَيْهِ شُهَدَاءَ فَلَا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ(44)

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” (Al-Maidah : 44)

وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَا أَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالْأَنْفَ بِالْأَنْفِ وَالْأُذُنَ بِالْأُذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّ وَالْجُرُوحَ قِصَاصٌ فَمَنْ تَصَدَّقَ بِهِ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ(45)

“Dan kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.” (Al-Maidah :45)

وَلْيَحْكُمْ أَهْلُ الْإِنْجِيلِ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فِيهِ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ(47)

“Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.” (Al-Maidah : 47)

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ(19)

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” (Ali Imran : 19)

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ(85)

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali Imran : 85)

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا(56)

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Ali Imran : 56)

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا(65)

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”
(An Nisaa :65).

Kelima, Membenci Apa Yang Dibawa Oleh Rasul Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kendati dia tetap mengamalkannya. Maka, orang ini dihukumi kafir.

وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْسًا لَهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ(8)ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ(9)

“Dan orang-orang yang kafir maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menghapus amal-amal mereka. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Qur'an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.” (Muhammad:8-9)

إِنَّ الَّذِينَ ارْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَى الشَّيْطَانُ سَوَّلَ لَهُمْ وَأَمْلَى لَهُمْ(25)ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لِلَّذِينَ كَرِهُوا مَا نَزَّلَ اللَّهُ سَنُطِيعُكُمْ فِي بَعْضِ الْأَمْرِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِسْرَارَهُمْ(26)فَكَيْفَ إِذَا تَوَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ(27)ذَلِكَ بِأَنَّهُمُ اتَّبَعُوا مَا أَسْخَطَ اللَّهَ وَكَرِهُوا رِضْوَانَهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ(28)

“Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) itu berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang diturunkan Allah (orang-orang Yahudi): "Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan", sedang Allah mengetahui rahasia mereka. Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila malaikat (maut) mencabut nyawa mereka seraya memukul muka mereka dan punggung mereka? Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan (karena) mereka membenci (apa yang menimbulkan) keridhaan-Nya; sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka.” (Muhammad: 25-28)

Keenam, Memperolok-Olok Syariat Islam

Termasuk orang yang memperolok-olok Allah atau Rasul-Nya, Al-Qur`an, agama Islam, malaikat, dan para ulama yakni ilmu yang dihasung ulama tersebut. Atau, memperolok-olok salah satu syiar Islam, seperti shalat, zakat, puasa, haji, thawaf di Ka’bah, wukuf di Arafah, masjid, azan, jenggot, sunnah-sunnah Nabi, dan lain-lain dari syiar-syiar Allah dan kesucian Islam, maka orang yang semacam ini dihukumi kafir.

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَءَايَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ(65)لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ(66)

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?" Tidak usah kamu minta ma`af, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami mema`afkan segolongan daripada kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (At-Taubah :65,66)

إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ ءَامَنُوا يَضْحَكُونَ(29)وَإِذَا مَرُّوا بِهِمْ يَتَغَامَزُونَ(30)وَإِذَا انْقَلَبُوا إِلَى أَهْلِهِمُ انْقَلَبُوا فَكِهِينَ(31)وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوا إِنَّ هَؤُلَاءِ لَضَالُّونَ(32)وَمَا أُرْسِلُوا عَلَيْهِمْ حَافِظِينَ(33)فَالْيَوْمَ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ(34)عَلَى الْأَرَائِكِ يَنْظُرُونَ(35)هَلْ ثُوِّبَ الْكُفَّارُ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ(36)

“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. Dan apabila orang-orang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. Dan apabila mereka melihat orang-orang mu'min, mereka mengatakan: "Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat", padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mu'min. Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir, mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (Muthaffifin:29-36)

وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي ءَايَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ وَإِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَى مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ(68)

“Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).” (Al-An’am :68)

وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ ءَايَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا(140)

“Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al Qur'an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam,” (An-Nisa’ :140)

ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ حُرُمَاتِ اللَّهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَأُحِلَّتْ لَكُمُ الْأَنْعَامُ إِلَّا مَا يُتْلَى عَلَيْكُمْ فَاجْتَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الْأَوْثَانِ وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِ(30)

“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta.”(Al-Hajj :30)

ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ(32)

“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi`ar-syi`ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (Al-Hajj :32)

Ketujuh, sihir

Di antaranya ialah ash-sharf dan al-‘athf. Adapun ash-sharf ialah praktik sihir yang bertujuan mengubah hasrat dan keinginan manusia, seperti memalingkan kecintaan seorang suami kepada istrinya, dan sebaliknya. Adapun al-athf ialah praktik sihir yang dapat membuat orang menjadi cenderung mencintai sesuatu yang tadinya biasa-biasa saja dengan cara-cara syaitan.

وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍوَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ(102)

“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” (Al-Baqarah : 102)

Dari Abdullah bin Mas’ud Radiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya jampi-jampi, tamimah (Penangkal pada anak-anak untuk menolak penyakit ‘ain atau bala, red), dan thiwalah (Semacam jimat supaya suami cinta istri atau sebaliknya , red) itu syirik.” (Riwayat Abu Dawud No.3883, dihasankan Syaikh Muqbil dalam Ash-Shahihul Musnad II/17-18, dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ No.1632 dan di dalam Silsilah Ash-Shahihah No.331, dan dishahihkan Imam Hakim IV/217 dan disepakati oleh Imam Adz-Dzahabi, juga diriwayatkan Ibnu Majah No.3530, Thabrani dalam Al-Kabir X/262, Ibnu Hibban XIII/456, Al-Baihaqi IX/350)

Kedelapan, Membantu Orang-Orang Kafir Memerangi Kaum Muslimin

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ(51)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al-Maidah : 51)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنْ تُطِيعُوا فَرِيقًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ يَرُدُّوكُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ(100) وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَنْتُمْ تُتْلَى عَلَيْكُمْ ءَايَاتُ اللَّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُ وَمَنْ يَعْتَصِمْ بِاللَّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ(101)

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman. Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.”
(Ali Imran : 100,101)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنْ تُطِيعُوا الَّذِينَ كَفَرُوا يَرُدُّوكُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ(149)بَلِ اللَّهُ مَوْلَاكُمْ وَهُوَ خَيْرُ النَّاصِرِينَ(150)

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menta`ati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. Tetapi (ikutilah Allah), Allahlah Pelindungmu, dan Dia-lah sebaik-baik Penolong.” (Ali Imran : 149-150)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءَكُمْ مِنَ الْحَقِّ يُخْرِجُونَ الرَّسُولَ وَإِيَّاكُمْ أَنْ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ رَبِّكُمْ إِنْ كُنْتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَادًا فِي سَبِيلِي وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِي تُسِرُّونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَأَنَا أَعْلَمُ بِمَا أَخْفَيْتُمْ وَمَا أَعْلَنْتُمْ وَمَنْ يَفْعَلْهُ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ(1) إِنْ يَثْقَفُوكُمْ يَكُونُوا لَكُمْ أَعْدَاءً وَيَبْسُطُوا إِلَيْكُمْ أَيْدِيَهُمْ وَأَلْسِنَتَهُمْ بِالسُّوءِ وَوَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ(2)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus. (Mumtahanah : 1-2)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ قَدْ يَئِسُوا مِنَ الْآخِرَةِ كَمَا يَئِسَ الْكُفَّارُ مِنْ أَصْحَابِ الْقُبُورِ(13)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah, sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.” (Mumtahanah : 13)

Kesembilan, Meyakini Bahwa Ada Manusia Yang Boleh Keluar Dari Syariat Muhammad

Orang yang meyakini bahwa ada manusia yang boleh keluar dari syariat Muhammad sebagaimana bolehnya Khidir keluar dari syariatnya Musa AS maka orang yang semacamn ini pu dihukumi kafir. Karena menurutnya, Nabi itu diutus pada suatu kaum tertentu, dan setiap orang tidak mwajib mengikutinya.

Adapun nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam diutuskan kepada sluruh umat Manusia, sehingga tidak dihalalkan bagvi siapapun menyelisihi beliau ataupun keluar dari syariat beliau.

قُلْ يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ(158)

“Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk". (Al-A’raf :158)

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ(107)

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.“ (Al-Anbiya’:107)

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا(1)

“Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Qur'an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam” (Al-Furqan:1)

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ(28)

“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (As-Saba:28)

Dari Jabir bin Abdillah Al-Anshari Radiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku diberi oleh Allah lima perkara yang tidak pernah diberikan kepada seorang rasul pun sebelumku: aku ditolong dengan rasa takut yang dialami musuh sejauh perjalanan selama satu bulan, dijadikan bagiku bumi sebagai tempat sujud dan suci, maka siapa saja dari umatku yang mendapati waktu shalat hendaklah dia shalat, dan dihalalkan bagiku ghanimah yang tidak dihalalkan bagi seorang pun sebelumku, diberikan kepadaku syafaat, dan adalah para nabi itu diutus kepada kaumnya saja, sedangkan aku diutus kepada seluruh manusia.” (Bukhari 328, Muslim 521)

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ(19)

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” (Ali Imran :19)

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ ﴿۸٥﴾ [آل عمران: ۸٥]

[85] Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. [QS Aali 'Imroon: 85]

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. [QS Al Maaidah: 3]

أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ ﴿۸۳﴾ [آل عمران: ۸۳]

[83] Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan. [QS Aali 'Imroon: 83]

Dan di dalam hadits:”Demi Allah seadainya Musa AS itu hidup niscaya dia mengikutiku.” (dihasankan Al-Albani Al Irwaul Ghalil II/34 no.1589, dan beliau menyebutkan delapan jalan dan Ibnu Katsir juga menyebutkannya dalam tafsir ayat 81-82 dari surat Ali Imran, II/78, edisi revisi dan diha’ifkan Syaikh Muqbil dalam Hdazal Maudhi’.

Kesepuluh, Berpaling Dari Agama Allah Ta’ala

Tidak mau mempelajari dan mengamalkannya: berpaling dari pokok-pokok agama ini, yang menjadikan seseorang itu muslim meskipun dia jahil dalam masalah-masalah agama yang rinci. Karena mengetahui tentang masalah agama yang rinci itu, terkadang tidak bisa dilakukan kecuali oleh ulama dan penuntut ilmu.

(Surat-surat lain yang mendukung masalah ini) :

مَا خَلَقْنَا السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلاَّ بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُسَمًّى وَالَّذِينَ كَفَرُوا عَمَّا أُنْذِرُوا مُعْرِضُونَ ﴿۳﴾ [الأحقاف: ۳]

Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka. (Al Ahqaf : 3)

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَا إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنْتَقِمُونَ

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa. (Sajadah: 22)

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى ﴿١٢٤﴾ [طه: ١٢٤]

Dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta". (Thaha:124)

كَذَلِكَ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ مَا قَدْ سَبَقَ وَقَدْ ءَاتَيْنَاكَ مِنْ لَدُنَّا ذِكْرًا ﴿۹۹﴾ مَنْ أَعْرَضَ عَنْهُ فَإِنَّهُ يَحْمِلُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وِزْرًا ﴿١۰۰﴾ خَالِدِينَ فِيهِ وَسَاءَ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِمْلاً ﴿١۰١﴾ [طه: ۹۹ - ١۰١]

[99] Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesungguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al Qur'an). [100] Barangsiapa berpaling daripada Al Qur'an maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat, [101] mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan amat buruklah dosa itu sebagai beban bagi mereka di hari kiamat. (Thaha:99-101). /**

 

blogger templates | Make Money Online